Bisnis Ritel Makin diminati

620
LEBIH MUDAH: Seorang konsumen tengah berbelanja kebutuhan sehari-hari di Micromart. (ENY S/RADAR SEMARANG)
LEBIH MUDAH: Seorang konsumen tengah berbelanja kebutuhan sehari-hari di Micromart. (ENY S/RADAR SEMARANG)
LEBIH MUDAH: Seorang konsumen tengah berbelanja kebutuhan sehari-hari di Micromart. (ENY S/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Perilaku berbelanja di ritel modern makin meningkat, seiring meningkatnya bisnis ritel ini Indonesia. Berbagai perusahaan ritel modern penyedia kebutuhan hidup sehari-hari terus menjamur. Salah satunya yang meramaikan bisnis ritel di Indonesia adalah Micromart.

Perusahaan yang dikembangkan oleh PT Micromart Indonesia Kencana, sejak beroperasi Mei tahun 2014 ini, jumlah unit Micromart sudah ada sebanyak 12 buah.

Topan Adiputra Bisnis Development Manager Micromart mengatakan, 12 unit Micromart yang sudah beroperasi hingga saat ini, tersebar di Semarang sebanyak 6 buah, di Purwodadi ada 3 buah, di Demak ada 2 buah dan satu di Ungaran. “Target kami hingga akhir tahun, bisa mengoperasikan sebanyak 30 toko ritel Micromart,” jelas Topan. Selain di Semarang dan sekitarnya, PT Micromart Indonesia Kencana juga akan mengembangkan bisnis ritelnya ke luar daerah. “Bulan Januari mendatang, kami sudah prepare ekspansi ke Surabaya dan Palembang,” ungkapnya.

Pengembangan bisnis ritel yang dilakukan Micromart sendiri lebih berbasis pada kemitraan dan bukan franchise sehingga investor tidak perlu membayar biaya franchise. Tepatnya, Micromart akan membantu pengelolaan perusahaan ritel, sedangkan mitra (investor) menyediakan tempat untuk toko Micromart dan investasi peralatan, perlengkapan serta barang dagangan. “Jumlah dana yang disediakan investor untuk peralatan dan barang dagangan kebutuhan sehari-hari sekitar Rp 80 juta hingga Rp 250 juta, tergantung luasnya toko,” ungkapnya.

Nantinya Micromart hanya akan menerima biaya fee management pengelolaan perusahaan sebesar Rp 500 ribu setiap bulannya. Meski demikian, jika dalam perkembangannya investor ingin mengelola tokonya sendiri maka Micromart akan mengabulkan permintaan investor tersebut. “Meski perusahaan sejenis dengan Micromart makin menjamur. Kami tetap yakin dapat berkembang dengan baik karena memiliki konsep kemitraan yang jauh lebih membutuhkan permodalan lebih sedikit dan fleksibel dalam pengelolaan perusahaan,” jelasnya.

Untuk luas toko Micromart bisa dimulai dari ukuran 2 x 3 cm, 3 x 4 cm, 5 x 10 cm, 8 x 10 cm, hingga 10 x 20 cm. “Ukuran terkecil Micromart yaitu 2x3cm, bisa di dirikan di kawasan ramai seperti stasiun, terminal dan lain-lain,” katanya. Selain barang-barang kebutuhan sehari-hari, Micromart juga menyediakan berbagai produk UKM dengan harga kompetitif. (eny/smu)