Dewan Bentuk Tiga Pansus

364

BALAI KOTA – Setelah mengesahkan APBD Kota Semarang 2015, DPRD Kota Semarang langsung membentuk tiga panitia khusus (Pansus) yang akan membahas tiga rancangan peraturan daerah (Raperda). Pembentukan tiga pansus ini disetujui dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi.

Pansus pertama membahas Raperda tentang Pembentukan Perusahaan Daerah Aneka Usaha Kota Semarang. Dalam raperda tersebut, Pemkot Semarang berencana mendirikan Perusda yang akan bergerak dalam berbagai bidang usaha, seperti distribusi gas, transportasi umum, perbengkelan dan lain sebagainya.

Terpilih sebagai Ketua Pansus Pembentukan Perusda Aneka Usaha ini adalah Suharsono dari PKS. ”Pembentukan Pansus Raperda Pembentukan Aneka Usaha ini saya beri nomor 30 Tahun 2014,” ujar Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi, kemarin. Sedangkan pansus kedua adalah Raperda Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Semarang tahun 2014-2025.

Hasil paripurna kemarin memutuskan Pansus kedua ini dipimpin Anang Budi Utomo dari Fraksi Partai Golkar. Untuk Pansus ketiga yang akan membahas Raperda Penyertaan Modal Perusda milik Pemkot Semarang dipimpin oleh politisi PDIP Hanik Khoiru Solikah.

Menanggapi pembentukan tiga pansus ini, anggota Komisi D DPRD Kota Semarang Sugi Hartono SsosI mengharapkan ada perbaikan pelayanan khususnya PDAM Tirta Moedal Kota Semarang. ”Penyertaan modal untuk Perusda memang diperlukan, namun dengan penambahan modal ini harus ada peningkatan pelayanan terhadap pelanggan PDAM,” ujar politisi asal Partai Demokrat ini.

Menurut Sugi Hartono, hingga kini masih banyak pelanggan yang mengeluhkan pelayanan PDAM, mulai dari air keruh, distribusi air yang tidak merata hingga kualitas air. ”Peningkatan pelayanan sangat penting agar fungsi PDAM sebagai Perusda yang melayani masyarakat bisa dipenuhi dengan baik,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Agung Budi Margono ST MT menjelaskan bahwa pihaknya tidak akan memasang target bagi Pansus untuk menyelesaikan tugasnya. Alasannya, persoalan yang dibahas Pansus cukup berat.
”Kalau yang penyertaan modal mungkin bisa diselesaikan, namun Raperda lainnya seperti pembentukan aneka usaha dan rencana induk pengembangan pariwisata tentu harus dilakukan pembahasan mendalam,” ujar Agung BM. Hanya saja setiap masa sidang, Pansus diminta menyampaikan laporan ke pimpinan melalui rapat paripurna dewan. (zal/ida/ce1)