Ganjar–Heru Bisa Bersaing

386
Ganjar Pranowo. (RICKY FITRIYANTO/RADAR SEMARANG)
Ganjar Pranowo. (RICKY FITRIYANTO/RADAR SEMARANG)
Ganjar Pranowo. (RICKY FITRIYANTO/RADAR SEMARANG)
 Heru Sudjatmoko. (RICKY FITRIYANTO/RADAR SEMARANG)

Heru Sudjatmoko. (RICKY FITRIYANTO/RADAR SEMARANG)

PEDURUNGAN – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Wagub Heru Sudjatmoko bisa bersaing, jika sama-sama maju menjadi calon Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng. Pada pemilihan Ketua DPD yang akan digelar pada Konferensi Daerah (Konferda) PDI Perjuangan Jateng pada Februari atau Maret 2015 mendatang.

Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PDI Perjuangan Jateng yang digelar di Panti Marhaenis, Senin (24/11) kemarin. Sumber PDI Perjuangan mengatakan bahwa jabatan ketua DPD cukup prestisius. Bisa menjadi batu loncatan untuk mencalonkan diri dalam Pilgub Jateng 2018 melalui partai berlambang banteng moncong putih.

Sedangkan Rakerda kemarin menjadi ajang sosialisasi persiapan, proses konsolidasi organisasi, dan mekanisme pencalonan untuk pemilihan ketua PAC, DPC, hingga DPD. Namun sejumlah nama yang diprediksi akan mencalonkan diri sebagai ketua DPD sudah bermunculan. ”Pak Ganjar kemungkinan besar nyalon, karena bisa menjadi batu loncatan untuk maju lagi dalam Pilgub 2018. Di partai, yang potensial maju menjadi cagub tentu Ketua DPD,” ujar sumber yang enggan disebutkan namanya tersebut.

Beberapa nama lain yang diperkirakan meramaikan bursa calon ketua DPD adalah Bupati Kudus, Mustofa; Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo; dan seorang calon lagi yang besar kemungkinan mantan ketua DPD Murdoko atau orang dekat Murdoko. ”Kalau Pak Murdoko tidak memungkinkan. Tapi yang maju bisa orangnya. Karena pengaruh Pak Murdoko juga masih kuat,” paparnya.

Heru Sudjatmoko selaku Ketua DPD PDIP Jateng mengatakan Rakerda menjadi ajang persiapan dan proses konsolidasi organisasi yang sudah diatur dalam AD/ART partai. Menurutnya Kongres PDI Perjuangan direncanakan digelar April 2015 di Bali. Namun sebelum itu, suksesi kepemimpinan diawali dari bawah mulai dari anak cabang yang nominasinya dari ranting, cabang berupa Konfercab, dan tingkat provinsi berupa Konferda. ”Jadwal sudah ditentukan semua. Konferda paling lambat bulan Februari hingga Maret. Sementara Konfercab paling lambat Januari 2015,” ujarnya.

Kongres PDI Perjuangan nanti hanya menjadi formalitas karena keputusan menjadikan Megawati Soekarnoputri sebagai ketua umum sudah dibulatkan pada Rakernas di Semarang.

Sementara itu, calon ketua DPD yang melakukan fit and proper test adalah DPP. Ditanya apakah akan mencalonkan diri kembali sebagai ketua DPD, Heru menyatakan masih akan melihat situasi. ”Saya menjabat ini karena penugasan, nanti bagaimana pusat apakah masih menghendaki saya, dan bagaimana yang di bawah, saya akan cari aspirasi dan masukan. Kalau saya masih ditugasi dan dikehendaki dari atas dan bawah, saya akan menerima itu sebagai amanat. Tapi kalau tidak, saya tidak ada masalah,” paparnya.

Heru sendiri cukup potensial mencalonkan diri karena di bawah kendalinya, pasangan Jokowi-JK meraih suara signifikan di Jateng pada Pilpres lalu. Namun saat ditanya terkait hal tersebut, dia memilih merendah. ”Itu bukan kerja saya sendiri, silakan menilai. Saya memang berperan, kalau ditugaskan masa diam saja. Saya ini sudah tua, tapi kalau ditugasi ya saya lakukan semampu saya,” ungkap Heru yang mengaku belum berencana membentuk tim sukses ini. (ric/ida/ce1)