Jual Rampokan di FB, Dibekuk Polisi

383
GELAR PERKARA : Enam remaja pelaku perampokan yang diringkus oleh tim Reskrim Polsek Tembalang dan Resmob Polrestabes Semarang dimintai pertanggungjawabannya di Mapolrestabes Semarang, kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
 GELAR PERKARA : Enam remaja pelaku perampokan yang diringkus oleh tim Reskrim Polsek Tembalang dan Resmob Polrestabes Semarang dimintai pertanggungjawabannya di Mapolrestabes Semarang, kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

GELAR PERKARA : Enam remaja pelaku perampokan yang diringkus oleh tim Reskrim Polsek Tembalang dan Resmob Polrestabes Semarang dimintai pertanggungjawabannya di Mapolrestabes Semarang, kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

BARUSARI-Enam kawanan remaja yang menjadi pelaku perampokan diringkus oleh tim Reskrim Polsek Tembalang dan Resmob Polrestabes Semarang. Setelah salah satu pelaku terendus oleh tim kepolisian saat hendak menjual hasil rampokan di situs jejaring sosial Facebook.

Adalah Lintang Fajri Angga Wijaya, 20; Andrianto, 22; Ryan Antono, 18; Arief, 19; Roni, 19; dan Wahyu Kurniawan, 19. Semuanya merupakan warga Pucanggading, Mranggen, Kabupaten Demak.

Terungkap, komplotan yang dikomandani oleh Fajri, sedikitnya telah beraksi 10 kali di tempat terpisah di Kota Semarang. Di antaranya di daerah Tembalang, Gajahmungkur, dan Citarum. Selain mengincar barang elektronik handphone milik korbannya, para tersangka juga merampas sejumlah motor.

“Biasanya, kami jalan bareng. Saat melihat calon korban, kami mengikutinya. Lalu memepet korban dan ditendang sampai jatuh,” ujar tersangka Fajri, saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Senin (24/11).

Saat beraksi, tersangka juga membawa senjata tajam berupa pisau dapur yang dibawa dari rumah. “Kalau adanya handphone, kami ambil handphone. Kalau ada motor, ya kami ambil motor,” imbuhnya.

Setelah kawanan ini mendapatkan hasil kejahatan, Fajri dan kawan-kawannya langsung menjualnya melalui grup di jejaring sosial Facebook yakni grup jual beli motor STNK only. “Biasanya lebih cepat terjual. Setiap motor dijual dengan kisaran harga Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta. Sampai saat ini baru tiga unit motor,” katanya.

Melalui grup jual-beli online di Facebook tersebut, pembeli biasanya merespon terlebih dahulu melalui halaman jejaring sosial tersebut. Kemudian terjalin komunikasi hingga terjadi transaksi tawar menawar. “Biasanya pembeli berasal dari luar kota. Jika sudah terjadi kesepakatan, kami janjian ketemu di perbatasan kota,” katanya. Terakhir, aksi kejahatan para remaja ini melakukan kejahatan di Jalan Mulawarman Tembalang, belum lama ini.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Djihartono mengatakan, kawanan ini berkali-kali melakukan aksi kejahatan, baik perampasan handphone, perampasan motor hingga melakukan pencurian di warung. ” Masih ada dua pelaku lain. Namun keduanya masih di bawah umur dan tidak bisa dihadirkan,” kata Djihartono.

Sementara Kapolsek Tembalang, AKP Priyo Utomo mengatakan bahwa pihaknya masih terus mengembangkan penyelidikan terhadap kasus ini. Termasuk masih menelusuri terkait modus penjualan barang curian melalui situs jejaring sosial Facebook. “Kami terus mengembangkan kasus ini,” katanya. Para tersangka dijerat menggunakan Pasal 365 KUHP tentang pencurian disertai kekerasan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. (mg5/ida)