Penjualan Masih Pakai Harga Lama

318

HARGA perangkat elektronik hingga saat ini belum terpengaruh oleh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Kenaikan diprediksi baru akan terjadi pada awal tahun depan. Seperti yang terlihat di Global Elektronik, salah satu toko elektronik terbesar di Semarang. Perangkat elektronik yang dijual di toko ini masih menggunakan harga lama.

Managing Director Superstore Global Elektronik Semarang, Gouw Andy Siswanto mengatakan, industri elektronik sebelumnya masih memiliki stok bahan baku dengan harga lama. Sehingga perangkat elektronik kemungkinan baru akan naik awal tahun depan. “Sampai saat ini masih menggunakan harga lama,” ujarnya, kemarin.

Demikian halnya dengan penjualan barang elektronik, kenaikan BBM bersubsidi hingga saat ini masih belum berpengaruh. Menurutnya, hal ini karena barang elektronik sekarang sudah menjadi kebutuhan masyarakat. “Jadi BBM naik atau tidak, ya tidak memengaruhi, karena barang elektronik seperti lemari es, AC, mesin cuci saat ini sudah menjadi kebutuhan. Buktinya dalam dua bulan terakhir toko ini juga mengalami kenaikan penjualan 8-12 persen,” jelasnya

Sementara itu, Branch Manager PT. Sharp Electronics Indonesia Semarang Anton Fatoni menambahkan, sampai saat ini pihak sharp juga belum ada kenaikan harga jual perangkat elektronik. “Sebelumnya sudah ada kenaikan harga, jadi kemungkinan tidak akan ada kenaikan dalam waktu dekat ini,” paparnya.

Dia mengakui, dalam beberapa bulan terkahir pasar produk elektronik sedikit mengalami kelesuan, bahkan cenderung turun sekitar 2 persen. Namun demikian secara total hinggaakhir 2014, tetap ada kenaikah antara 10-15 persen. Sampai akhir November diprediksi permintaan akan produk air conditioner (AC) masih cukup tinggi. Tetapi di bulan Desember mendatang, permintaan diperkirakan akan mulai bergeser ke mesin cuci mengingat musim hujan sudah mulai datang. (dna/smu)