Tinggal Sebulan, Baru 60 Persen

699
DIKEJAR DEADLINE: Sejumlah pekerja tengah mengerjakan GOR Tri Lomba Juang kemarin. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
 DIKEJAR DEADLINE: Sejumlah pekerja tengah mengerjakan GOR Tri Lomba Juang kemarin. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

DIKEJAR DEADLINE: Sejumlah pekerja tengah mengerjakan GOR Tri Lomba Juang kemarin. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

MUGASSARI – Dinas Tata Kota dan Perumahan (DTKP) Kota Semarang memastikan proses pembangunan Gelanggang Olahraga (GOR) Tri Lomba Juang atau GOR Mugas tahap II selesai sesuai target yang telah ditetapkan.

Proses pembangunan fisik GOR Mugas tahun ini memang belum bisa selesai 100 persen. Masih menyisakan sekitar 30 persen pekerjaan. Tahap akhir pengerjaan dilanjutkan menggunakan APBD murni 2015 sekitar Rp 30 miliar.

”GOR Mugas ini tinggal finishing. Memang tahun ini secara fisik belum 100 persen, tapi kalau secara anggaran harus 100 persen,” ujar Kepala DTKP Kota Agus Riyanto, kemarin (24/11).

Waktu pengerjaan yang tinggal sekitar satu bulan lagi ini, pihaknya terus mendesak kontraktor melakukan percepatan tanpa mengurangi spek.

Menurutnya, pengerjaan sudah mencapai sekitar 60 persen. Tinggal sekitar 10-15 persen lagi menyerap semua anggaran tahun 2014.

”Tinggal menunggu pemasangan rangka atap tribun dan aksesori lainnya. Untuk kerangka tribun memang sudah dibuat dari luar, nanti tinggal pemasangan saja,” terangnya.

Anggaran pengerjaan tahap II senilai Rp 31,9 miliar ini meliputi pembuatan lapangan tenis 6 line, tribun atletis, ruko dan perkantoran. Kemudian juga menyelesaikan mekanikal elektrikal. Anggaran yang disiapkan untuk proses penyelesaian GOR Mugas, DTKP akan mengalokasikan anggaran sekitar Rp 30 miliar. Dana tersebut untuk membangun lapangan bulu tangkis, voli, lintasan atletik, jogging track, fasad, dan plaza.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang Wachid Nurmiyanto berharap molornya pembangunan Pasar Bulu tahap I dengan kontraktor yang sama tidak terulang pada pembangunan GOR Mugas.

”Semoga tidak terulang, pekerjaan yang dilakukan Pasar Bulu bisa menjadi catatan untuk ke depan agar tidak terulang lagi,” katanya.

Legislator asal PAN ini menambahkan, kontraktor diharapkan sesuai dengan perundangan yang mengatur masalah kontrak kerja. Jika pekerjaan itu tidak bisa diselesaikan seperti yang sudah-sudah, lanjut Wachid, pemkot bisa memberikan sanksi yang lebih keras.

”Jangan sampai molor lagi. Karena persiapan sudah cukup panjang. Jika sampai molor kembali maka akan mengganggu masyarakat Kota Semarang yang akan memanfaatkan GOR tersebut. Pemkot harus lebih tegas lagi memberikan sanksi,” tegasnya. (zal/aro/ce1)

JS: Dewan Minta Proyek Tak Molor Lagi