Beli Ruko Rp 825 Juta, Justru Tertipu

451

BARUSARI – Tindak penipuan dengan modus transaksi jual-beli, terus memakan korban. Seperti kasus yang dilaporkan Hartono, 55, warga Jalan Taman Satrio Manah III, Kelurahan Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang.

Menurutnya, ada dua korban yakni berinisial AMK dan JK, keduanya warga Jalan Perum Villa Mutiara Tembalang Blok B-5, Banyumanik, Semarang. Keduanya membeli ruko di Jalan Taman Satrio Manah III/40, RT 5 RW 10, Tlogosari Kulon, Pedurungan, Semarang, seharga Rp 825 juta kepada Jajang Yulianto, warga Jalan Jati Raya Utama, Banyumanik, Semarang.

Namun dalam perkembangannya, kedua korban merasa diperdayai oleh Jajang. Pasalnya, setelah kedua korban membayar lunas, surat-surat atau sertifikat tidak dibaliknamakan. Malahan, surat-surat ruko tersebut belakangan digadaikan di Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Atas hal itulah, Jajang akhirnya dilaporkan ke pihak berwajib atas dugaan penipuan dan penggelapan. ”Kerugiannya senilai harga pembelian, yakni Rp 825 juta,” ujar Hartono kepada petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, Selasa (25/11) sekitar pukul 12.00.

Dijelaskannya, kasus tersebut diketahui terjadi pada 29 April 2013 dan 28 Agustus 2014. Tindak pidana yang dilakukan terlapor bermula saat dua korban membeli dua unit ruko yang berada di Jalan Argomulyo Mukti Raya, Semarang.
”Keduanya telah menyerahkan uang pembelian dua unit ruko tersebut senilai Rp 825 juta kepada terlapor,” katanya.
Pihak terlapor menjanjikan akan membaliknama surat-surat terkait tanah dan ruko atas nama dua pembeli. Namun dalam perkembangannya, janji terlapor tak kunjung ditepati. Saat ditanyakan, terlapor beralasan macam-macam.

Usut-usut punya usut, belakang diketahui, surat-surat sertifikat ruko tersebut malah digadaikan di BPR Gunung Rizki, Jalan Soekarno-Hatta, Semarang. ”Hal itu dilakukan terlapor tanpa sepengetahuan dua korban selaku pembeli,” katanya.
Lebih lanjut dikatakan, pihak korban sudah berkali-kali meminta pertanggungjawaban dan kejelasan perihal masalah tersebut. Namun pihak terlapor justru tidak menunjukkan ada niat baik. ”Sudah berusaha diselesaikan baik-baik, tapi tidak ada respons,” imbuhnya.

Khawatir ruko yang telah dibeli ratusan juta itu bermasalah, akhirnya melalui Hartono, kedua korban memutuskan untuk menyelesaikan melalui jalur hukum. Kasus ini resmi dilaporkan dengan nomor LP/B/1858/XI/2014/Jtg/Restabes, dengan dugaan tindak pidana sesuai pasal 378 KUHP tentang penipuan dan atau pasal 372 KUHP tentang penggelapan.
Kanit II SPKT Polrestabes Semarang, AKP Sapari mengatakan, pihaknya telah menerima laporan tersebut. ”Saat ini sudah kami serahkan ke bagian Reskrim,” katanya. (mg5/ida/ce1)