Bobol Konter, Dibekuk Polisi

438
DIBEKUK: Kasat Reskrim Polres Kendal, Iptu Fiernando Andriansyah saat mengintrogasi tersangka pembobol counter, Agit Purwanto di Mapolres setempat, kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

KENDAL—Bagi anda pemilik tempat usaha barang berharga, sebaiknya jangan meninggalkan barang dagangan di toko melainkan harus di bawa pulang. Hal itu lantaran akhir-akhir ini marak pencurian di tempat usaha yang di tinggal oleh pemiliknya.

Seperti di konter ponsel di Desa Kebonharjo, Patebon milik korban Silvi Hariyanti, 32, warga Kangkung yang habis di bobol maling. Sejumlah barang dagangan berharga seperti ponsel, voucher pulsa, kartu perdana, memory card dan MP3 player lenyap.

Silvi mengaku baru mengetahui jika tempat usahanya di bobol maling pagi harinya saat ia hendak membuka konter ponsel miliknya. “Saat masuk, kondisi pintu jendela sudah dalam kondisi tidak terkunci dan di dalamnya sudah acak-acakan,” katanya saat melapor ke penyidik Polres Kendal, Selasa (25/11).

Padahal, sebelum pulang ia yakin sudah mengunci rapat semua pintu dan jendela. Ia mengaku memang tak membawa pulang barang dagangannya, lantaran ia pikir tidak pernah terjadi pencurian. Akibat kejadian tersebut, Silvi ditaksir mengalami kerugian mencapai Rp 9 juta.

Pihak kepolisian yang mendapatkan laporan lansung melakukan olah TKP dan penyelidikan. Alhasil dari penyelidikan, Polisi menangkap satu orang yang di duga sebagai tersangka pencurian. Yakni Agit Purnomo, warga setempat yang rumahnya tak jauh dari konter milik Silvi.

Kasat Reskrim Polres Kendal, Iptu Fiernando Andriansyah mengatakan dari hasil penyidikan semua bukti memang mengarah kuat kepada tersanga Agit. Hal itu diperkuat dengan ditemukannya sejumlah barang bukti berupa belasan kartu perdana dan beberapa ponsel di rumah tersangka.

“Dari pengakuan tersangka, tindakan pencurian dilakukan bersama temannya bernama Andre. Saat akan kami lakukan penangkapan, tersangka sudah melarikan diri. Saat ini kami tetapkan sebagai buron dan dalam pengejaran penyidik Polres Kendal,” katanya.

Agit saat ini ditetapkan sebagai tersangka dan harus mendekam di sel tahanan Polres Kendal. Oleh penyidik ia dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. “Ancaman pidanya maksimal pidana tujuh tahun penjara,” tegasnya.

Sementara Agit mengaku jika hasil curiannya tersebut sebagian ponsel dan Musik Boks MP3 Player sudah ia jual kepada temannya. Begitupun dengan voucher, ponsel, dan kartu perdana sebagian ia jual dan ia pakai sendiri. “Uangnya buat senang-senang,” katanya. (bud/ric)