Digusur, 39 Warga Sleko Gigit Jari

642
HARUS PINDAH: Rumah warga di sepanjang bantaran Kali Berok-Kali Baru yang bakal digusur untuk Jalan Inspeksi. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
 HARUS PINDAH: Rumah warga di sepanjang bantaran Kali Berok-Kali Baru yang bakal digusur untuk Jalan Inspeksi. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

HARUS PINDAH: Rumah warga di sepanjang bantaran Kali Berok-Kali Baru yang bakal digusur untuk Jalan Inspeksi. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

BANDARHARJO – Sebanyak 39 rumah warga Kampung Sleko, Bandarharjo, Semarang Utara yang tinggal di sepanjang bantaran Kali Berok hingga Kali Baru bakal tergusur proyek Jalan Inspeksi. Namun mereka harus gigit jari, sebab Pemkot Semarang tidak akan memberikan ganti rugi. Pemkot sendiri akan memprioritaskan warga yang rumahnya tergusur mendapatkan fasilitas tempat tinggal di rumah susun sewa (rusunawa) Bangetayu.

”Pemerintah akan memprioritaskan warga yang rumahnya terkena proyek pembangunan Jalan Inspeksi. Mereka akan diprioritaskan mendapat fasilitas di rumah susun Bangetayu. Sedangkan untuk kios dan bangunan ruko yang terpangkas, pohon, sampah, serta bangunan pos nantinya ada penataan dari dinas terkait,” kata
Sekretaris PSDA dan ESDM Kota Semarang, Rosid Hudoyo kepada Radar Semarang, Selasa (25/11).

Ditegaskan, pemilik rumah yang tergusur dipastikan tidak akan mendapat tali asih. Hal itu sudah tertera dalam Permendagri No 39 tahun 2012 tentang pemberian hibah dan bantuan sosial bersumber APBD.

Rencananya, pembangunan Jalan Inspeksi berukuran lebar 6 meter. Hanya saja, ukuran lebar itu nantinya akan dimusyawarahkan lagi dengan satker untuk mengurangi dampak adanya pembangunan jalan tersebut.

”Idealnya 6 meter. Tapi warga mempertahankan agar lebar jalan hanya 5 meter. Sebab, warga juga tidak ingin bangunannya terpangkas banyak. Nantinya kami akan bermusyawarah dengan satker untuk meminimalis ukuran dan dampak pembangunan itu,” terangnya.

Camat Semarang Utara Djaka Sukawijaya mengatakan telah merapatkan dengan warga sebanyak dua kali terkait rencana pembangunan Jalan Inspeksi tersebut. Warga berharap pembangunan jalan segera dilaksanakan karena sudah diharapkan warga. ”Warga ingin secepatnya mengetahui rencana pembangunan jalan itu dan kapan akan dipindah,” katanya.

Suwardi, 60, warga Jalan Kampung Sleko RT 06 RW 11 Kelurahan Bandarharjo yang rumahnya bakal tergusur sudah menyadari hal itu. Sebab, rumahnya berdiri di atas tanah irigasi. ”Monggo mawon Mas, nggih pripun maleh. Wong mboten ning tanahe piyambak,” ucapnya pasrah.

Ali Mahsun, 43, warga Jalan Layur berharap proyek Jalan Inspeksi tidak merusak Masjid Layur yang sudah menjadi cagar budaya. ”Semestinya pemerintah sudah memahami itu,” katanya. (mg9/aro/ce1)