Genjot Pelatih Tingkat Madya

336
BASKORO S/RADAR SEMARANG
BASKORO S/RADAR SEMARANG

SEMARANG – Ilmu kepelatihan bulu tangkis sekarang ini telah berkembang pesat. Hal ini, menuntut seorang pelatih menguasai pembuatan program latihan bagi pemain secara terukur. Selama ini, pelatih hanya mengandalkan ilmu yang dia dapat saat ia menjadi pemain atau saat menjadi asisten.

”Kondisi ini yang terkadang membuat prestasi seorang pebulu tangkis tak bisa berkembang. Padahal, bisa saja potensi pemain tersebut sangat besar,” tutur pelatih pelatnas bulu tangkis Indonesia Christian Hadinata pada praktek penataran pelatih tingkat madya Jateng di GOR USM, kemarin.

Di satu sisi, pelatih juga harus jeli melihat potensi anak didiknya. Dengan ditunjang kemampuan dalam membuat program latihan yang tepat, potensi dan kemampuan pebulu tangkis bisa maksimal. Karena itu, lanjut juara ganda All England dua kali itu, pelatih dituntut selalu mencari informasi tentang ilmu kepelatihan.

Narasumber lain, M Nasution (Unnes) menambahkan, selain sentuhan teknis, pelatih juga harus bisa membaca sisi psikologis pemainnya. Bagaimana kondisi mental dan psikologi pebulu tangkis didikannya saat bertanding. Hal ini, mempengaruhi pada motivasi bertanding.

Selain mendapatkan teori kepelatihan, peserta juga diajak mempraktekkan ilmu yang di dapat. Sekretaris Umum Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jateng Binarto Gani menyatakan, penataran ini merupakan upaya untuk meningkatkan prestasi bulu tangkis di provinsi ini.

“Sangat erat sekali antara prestasi pemain dengan pelatih. Bahkan bisa dikatakan berbanding lurus,” tutur Binarto di sela-sela kegiatan. Dia berharap, penataran ini bisa lebih membuka wawasan pelatih di Jateng.

Kegiatan sendiri diikuti oleh 31 pelatih dari 30 kabupaten/kota. Adapun daerah yang tak mengirimkan adalah Salatiga, Kota Pekalongan, Kabupaten Semarang, Cilacap, dan Klaten. Binarto sangat menyayangkan. (bas/zal)