Massa Blokir Jalur Pantura

372
BLOKIR JALUR : Puluhan massa dari Aliansi Rakyat Menggungat Kenaikan BBM saat melakukan aksi di jalur Pantura Kendal di depan Pasar Cepiring, kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
 BLOKIR JALUR : Puluhan massa dari Aliansi Rakyat Menggungat Kenaikan BBM saat melakukan aksi di jalur Pantura Kendal di depan Pasar Cepiring, kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

BLOKIR JALUR : Puluhan massa dari Aliansi Rakyat Menggungat Kenaikan BBM saat melakukan aksi di jalur Pantura Kendal di depan Pasar Cepiring, kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

KENDAL—Sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Menggugat Kenaikan BBM melukan aksi unjuk rasa atas kenaikan harga BBM bersubsidi. Aksi dilakukan dengan menutup jalur pantura di Jalan Arteri Soekarno-Hatta di depan Pasar Cepiring Selasa (25/11) siang.

Akibat pemblokiran jalan, terjadi kemacetan cukup panjang. Sejumlah petugas kepolisian dari Polres Kendal harus menghalau massa agar tidak menutup jalan dan tetap melakukan aksi dengan tertib. Yakni dengan tetap membiarkan para pengguna jalan untuk memperoleh haknya. Sebab akibat jalan ditutup, jalur pantura mengalami kemacetan panjang hingga 3 kilometer lebih.

Dalam aksinya, massa juga membawa sejumlah poster bertuliskan tuntutan. Massa meminta pemerintah membatalkan kenaikan harga BBM. Mereka juga menolak pencabutan subsidi BBM yang justru akan menambah beban rakyat kecil. Menurut massa, kenaikan justru akan membuat rakyat kecil semakin sengsara. Sebab kenaikan BBM diikuti pula dengan kenaikan harga kebutuhan bahan pokok lainnya.

“Apalagi bagi warga miskin yang tidak memiliki pekerjaan tetap atau gaji di bawah UMK, tentu sangat menderita sekali dengan kenaikan BBM ini. Jadi kami minta agar harga BBM dikembalikan ke harga semula,” ujar koordinator Aksi, Agus Sulistyo.

Menurutnya, kinerja pemerintahan Jokowi yang digadang-gadang bisa menyerap aspirasi rakyat kecil justru malah tidak berpihak kepada rakyat. “Terbukti belum genap berusia satu bulan setelah di lantik, sudah menaikkan harga BBM sebesar Rp 2 ribu, ini menurut kami jelas tidak melihat penderitaan rakyat kecil,” tandasnya.

“Pemerintahan sekarang tidak sama bagusnya dengan yang sebelumnya karena tidak berpihak kepada rakyat. Jokowi telah membohongi rakyat karena menaikkan harga BBM di saat harga minyak dunia justru turun,” paparnya.

Dalam pernyataan sikapnya massa juga meminta perusahaan tambang asing di bawah kontrol agar diambil negara sehingga bisa memakmurkan rakyat. Massa mengecam jika tidak ada pembatalan kenaikan BBM, maka massa akan melakukan aksi untuk menggulingkan pemerintahan Jokowi-JK.

Slamet Priyatin, salah satu pelaku aksi mengatakan jika kenaikan BBM dinilainya tidak logis. Sebab, Indonesia ini kaya akan minyak, sehingga tidak perlu membeli pasokan minyak dari luar negeri. “Kenaikan harga BBM tidak masuk akal, sebab harga minyak dunia saja malah anjlok kenapa Indonesia justru menaikkan harga BBM. Ini jelas kebijakan yang menurut saya kebijakan yang mengada-ada dan hanya akan menyengsarakan rakyat itu sendiri,” tegasnya. (bud/ric)