Polisi Periksa Restantio, Tersangka Dugaan Penggelapan

461
MUNIR/RADAR SEMARANG
MUNIR/RADAR SEMARANG
MUNIR/RADAR SEMARANG

SALATIGA— Dugaan kasus penggelapan yang dilakukan Jencien Restantio bendahara Koperasi Simpan Pinjam (KSU) Gajah Artha memasuki babak baru. Restantio kemarin (25/11), diperiksa Satreskrim Polres Salatiga dengan empat sangkaan yang diajukan oleh pihak parito.

Pertama, penggelapan dana asuransi jiwa sebesar Rp 7,7 juta, kemudian penggelapan dana sumbangan sukarela (SSR) sebesar Rp 30 juta, penggelapan dana APHT, SKMHT sebesar Rp 5 juta dan terakhir sisa hasil usaha (SHU) sebesar Rp 382 juta.

Kuasa Hukum Restantio, C Jati Utomo Setiawan mebeber, kliennya diperiksa dari jam 10.00 sampai jam 14.00. “Pemeriksaan terkait eksporasi koperasi Gajah Artha,” jelasnya.

Sementara itu, menurut pelapor Parito, 66, yang bergabung dengan KSU Gajah Artha awal tahun 2010, korban dari KSU Gajah Artha banyak. Tapi belum berani melaporkan. Dengan adanya laporan ini, dia berharap korban yang lain muncul untuk melaporkan pihak KSU Gajah Artha ke polisi. “Dari awal pembentukan sudah tidak beres. Karena ketua dan bendaharanya ada hubungan saudara. Harusnya itu sudah tidak boleh, sudah diatur dalam undang-undang koperasi. Tapi entah kenapa tidak ada teguran dari Dinas Koperasi Salatiga dan Provinsi,” tegasnya.

Parito menambahkan, meskipun KSU Gajah Artha sudah berhenti beroperasi sejak tahun 2012, dirinya meminta KSU Gajah Artha jangan dibubarkan dulu. Karena masalah dengan anggota belum selesai. Dirinya berharap agar pengelola KSU Gajah Artha diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. “Saya percaya Kapolres Salatiga sekarang kerjanya luar biasa cepat, semoga kasus ini segera dituntaskan agar anggota yang terdholimi bisa mendapat haknya,” kata dia.

Terpisah, Kapolres Salatiga RH Wibowo menuturkan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman terkait kasus tersebut. “Restantio belum ditahan karena masih status pemeriksaan, tidak ada urgensi melarikan diri atau mengulangi perbuatannya,” tutur Kapolres. Jencien Restantio dapat dikenakan pasal 372 KUHP dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara. (mg14/zal)