PPK Proyek Normalisasi Sungai Ditahan

296

DEMAK- Kejaksaan Negeri (Kejari) Demak menahan tersangka Andi S, selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek normalisasi Sungai Bongko dan Sandel tahun anggaran 2010 di Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung.

Saat terjadi kasus tersebut yang bersangkutan sebelumnya bekerja di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pemkab Demak. Kajari Demak Nur Asiyah SH melalui Kasi Pidsus, Dodi SH mengatakan, tersangka di tahan di rutan Demak selama 20 hari ke depan. Penahanan ini dilakukan kejaksaan setelah berkas perkara kasus tersebut dilimpahkan pihak penyidik dari Tipikor Polres Demak, kemarin. “Sebelum masa penahanan habis, kita segera limpahkan ke pengadilan tipikor Semarang,” katanya.

Sebelumnya, kejaksaan juga telah menahan pejabat lainnya, Mas’udi, yang kini telah disidangkan di Tipikor Semarang. Kapolres Demak AKBP Raden Setijo Nugroho melalui Kasubag Humas AKP Zamroni menambahkan, tersangka dalam proyek itu sebelumnya ditugaskan sebagai PPK. Dalam penyidikan yang dilakukan polisi, proyek dikerjakan oleh rekanan tidak sesuai dengan volume kontrak atau tidak sesuai gambar kerja. Tersangka saat melakukan pemeriksaan proyek tidak menggunakan alat ukur yang tepat sesuai pekerjaan (alat ukur hidro).

“Akibatnya, pemeriksaan untuk pencairan termin dana proyek hanya asal-asalan dengan bukti laporan yang tidak sesuai dengan hasil fakta progress fisik di lapangan. Saat dilakukan ahli ditemukan kekurangan volume pekerjaan,” jelas AKP Zamroni, kemarin.

Menurutnya, proyek normalisasi afour itu dilaksanakan Sugiyono bukan penyedia barang jasa yang asli dan kontrak yang dibuat ternyata fiktif atau palsu. ”Tidak ada tanda tangan direktur pemenang,” katanya. Proyek tersebut dialokasikan dari APBD Jateng senilai Rp 721 juta. (hib/ric)