Sejumlah Perusahaan Tak Kantongi Dokumen TKA

340

KENDAL—Sejumlah perusahaan di Kendal yang mempekerjakan warga asing dinilai tidak melakukan tertib administrasi tenaga kerja asing (TKA). Hal itu terungkap saat tim gabungan dari Kejaksaan Negeri Kendal, Polres Kendal, Kesbangpolinmas, Dinas Kependudukan dan Catatan sipil dan Dinas Tenaga Kerja melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah perusahaan di Kendal.

Dari hasil sidak, banyak ditemukan sejumlah perusahaan tidak melaksanakan wajib lapor atas status karyawan asing yang bekerja dalam perusahannya. Bahkan ada juga perusahaan yang tidak bisa menunjukkan dokumen TKA yang masih berlaku dengan alasan masih di urus. Beberapa perusahaan hanya menunjukkan berkas lama yang sudah tidak berlaku.
“Malahan hasil sidak, kami mendapati sejumlah TKA sudah habis izin tinggal untuk bekerja di Indonesia. Ini menjadi kecurigaan, jangan-jangan mereka tidak memiliki dokumen TKA,” ujar Kepala Kejari Kendal, Yeni Andriani, Selasa (25/11).

Menurut Yeni, dokumen TKA sangatlah penting untuk mengantisipasi pelanggaran hukum yang ada saat TKA bekerja suatu daerah. Jika tidak diantisipasi dengan baik maka berpotensi muncul pelanggaran hukum.

Misalnya terjadi nikah siri, kumpul kebo, penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Selain itu kebiasaan warga asing yang berbeda harus diantisipasi, seperti minum-minuman keras. “Dokumen TKA itu wajib, seperti tenaga kerja indonesia (TKI) juga diwajibkan memiliki paspor, visa dan sebagainya,” tandasnya.

Selain sidak TKA, Yeni membeber juga menemukan salah satu perusahaan yakni PT Kayu Lapis Indonesia (KLI) yang ternyata mempunyai dermaga sendiri untuk bongkar-muat barang. Menurut Yeni, pendirian dermaga sebuah perusahaan sedianya harus dilakukan dengan izin. Sebab ini menyangkut lalu lintas di laut.

Menurutnya, pemerintah dan aparat penegak hukum harus mewaspadai dermaga milik PT KLI. Sebab, dikhawatirkan bisa disalahgunakan untuk kepentingan yang melawan hukum. Seperti penyelundupan barang-barang terlarang atau barang-barang curian. “Harusnya ada petugas dari pemda dan penegak hukum melakukan pengawasan langsung di dermaga. Sehingga setiap barang yang masuk bisa dipastikan telah diperiksa petugas. Sehingga barang tidak bebas begitu saja, keluar-masuk dermaga,” jelasnya.

Hasil sidak ini, Yeni mengaku akan melaporkan hasilnya kepada Bupati dan sejumlah instansi yang berwenang untuk ditindaklanjuti. “Harus ada tidak lanjut, jangan sampai Kendal menjadi kandang bagi warga asing yang tidak memiliki dokumen dan perusahaan yang bebas memasukkan dan mengeluarkan barang,” imbuhnya.

Public Relation (PR) PT Inizio, Arga mengatakan perusahaan mempekerjakan tiga TKA. Diakuinya, salah satu TKA mereka berkasnya berahir Febuari 2013 dan dua lagi berahir 2014 ini. “Tapi kami masih sedang mengurus proses administrasi mereka,” katanya. (bud/ric)