Dikira Boneka, Ternyata Mayat Bayi

283
 DIBUANG: Tim Inafis Polrestabes Semarang saat melakukan olah TKP penemuan mayat bayi. (ABDUL MUGHIS/RADAR SEMARANG)

DIBUANG: Tim Inafis Polrestabes Semarang saat melakukan olah TKP penemuan mayat bayi. (ABDUL MUGHIS/RADAR SEMARANG)

PANDEAN LAMPER – Sesosok mayat bayi perempuan yang diperkirakan berumur 5 bulan dalam kandungan ditemukan mengapung di tepi Sungai Banjir Kanal Timur Semarang, Rabu siang (26/11). Kejadian tersebut sontak menghebohkan warga sekitar.

Informasi yang dihimpun Radar Semarang menyebutkan, mayat bayi itu diduga dibuang oleh orang tuanya yang tidak bertanggung jawab. Kali pertama ditemukan sekitar pukul 14.00 oleh sekelompok bocah yang sedang bermain dan memancing ikan di lokasi sungai tersebut.

”Saya kira boneka, setelah saya cek, ternyata mayat bayi,” ujar salah satu saksi mata Raul Gonzales, 13, warga Pandean Lamper RT 8 RW VI, Peterongan, Semarang kepada Radar Semarang, kemarin.

Awalnya, Gonzales bersama teman-temannya sedang bermain di tepi sungai itu sambil memancing ikan. ”Saya mau mencari plastik kresek untuk tempat ikan. Lalu saya melihat plastik warna hitam di tepi sungai dan saya ambil,” kata Raul.

Begitu diambil, Raul sedikit curiga, karena ada bau menyengat berasal dari dalam plastik tersebut. ”Setelah saya cek, ternyata mayat orok,” ucapnya.

Mendapati mayat bayi itu, Raul mengaku sempat ketakutan. Pasalnya, mayat bayi itu telah dalam kondisi melepuh. Dia bersama teman-temannya langsung melaporkan temuannya itu ke warga sekitar diteruskan ke pihak kepolisian.

Tak lama kemudian, Tim Inafis Polrestabes Semarang dan Polsek Semarang Selatan tiba di lokasi kejadian. Petugas langsung melakukan identifikasi dan memintai keterangan sejumlah saksi.

Kapolsek Semarang Selatan Kompol Wahyuni Sri Lestari mengatakan, pihaknya masih menyelidiki temuan orok tersebut. ”Kami masih menyelidiki siapa pembuang orok bayi tersebut,” katanya.

Dijelaskan Yuni, orok bayi tersebut diperkirakan berusia 5 bulan. ”Saat ini sudah dibawa ke RSUP dr Kariadi,” ujarnya.

Orok tersebut, kata dia, diduga dibuang oleh orang tuanya yang malu lantaran hamil di luar nikah. Namun demikian, belum diketahui apakah mayat orok bayi itu dibuang oleh warga sekitar lokasi kejadian, atau warga dari luar daerah. ”Aliran sungai itu kan cukup deras. Bisa juga dibuang oleh warga dari luar daerah sini,” katanya.

Lebih lanjut Yuni mengatakan, mayat bayi tersebut semula ditemukan di tepi sungai Banjir Kanal Timur bagian timur, atau wilayah hukum Polsek Gayamsari. Namun oleh anak-anak, kurang lebih tiga orang, mayat bayi itu dibawa ke sebelah barat sungai.

”Kalau bagian barat sungai itu ikutnya wilayah hukum Polsek Semarang Selatan. Sampai kini masih kami selidiki berkoordinasi dengan Polsek Gayamsari,” ujarnya.

Pihaknya juga menemukan sebuah daster, baju yang digunakan untuk wanita hamil di dalam plastik tersebut. (mg5/aro/ce1)