KA Komuter Kedungsepur Dihentikan

341

SEMARANG – Kereta Api (KA) Kedungsepur yang digadang-gadang bisa mengurangi kemacetan di jalur Pantura Semarang, Weleri dan Purwodadi, terpaksa diberhentikan sementara operasionalnya. Pasalnya, KA komuter dengan 4 gerbong dan kapasitas 200 penumpang yang di-launching pada Saptember lalu, membukukan okupansi yang minim.

Manager Humas Daop 4 Semarang, Suprapto mengatakan bahwa KA Komuter Kedungsepur, operasionalnya dihentikan sejak seminggu lalu, lantaran okupansi tidak sesuai harapan. ”Saat ini masih kami evaluasi,” katanya.

Menurut dia, saat ini pengoperasionalan kembali akan dilakukan jika pihak KAI sudah melakukan evaluasi dan menungggu public service obligation (PSO) oleh pihak terkait. ”Tidak tahu sampai kapan akan dihentikan. Saat ini, kami menunggu perintah dari pusat,” jawabnya singkat.

Pemberhentian operasional KA ini sangat disayangkan pengamat transportasi Unika Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno. ”Tarifnya mungkin kemahalan, beberapa waktu lalu sekitar Rp 15 ribu. Jelas masyarakat keberatan,” timpalnya.

Menurut dia, seharusnya pihak KAI tetap mengoperasionalkan KA tersebut, dengan meminta PSO ke Pemprov Jateng atau Kemenhub sehingga bisa ditentukan tarif bawah. Dengan begitu, masyarakat berminat mengguna KA Komuter Kedungsapur. ”Harus ada campur tangan dari pemerintah untuk memberikan PSO, sehingga tarifnya bisa murah,” ujarnya.

Sama halnya dengan Pengamat Transportrasi dari Undip, Wicaksono. Menurutnya, terobosan yang diciptakan sebenarnya bisa mengurai kemacetan bila pihak KAI bisa membaca permintaan pasar. ”Harusnya ada evaluasi, bisa jadi jamnya kepagian atau harganya yang terlalu mahal, sehingga membuat kereta itu sepi pengguna,” ungkapnya.

Menurut dia, hal yang sama juga terjadi pada kereta api jurusan Semarang–Solo yang sepi peminat. Untuk itu, KAI harus bersinergi dengan instansi terkait dari pemerintahan agar moda transportasi cepat, aman dan nyaman seperti bisa dimaksimalkan masyarakat. (den/ida/ce1)