Para Guru Tampilkan Lutung Kasarung Komedi

298
KREATIF: Para guru SMA 1 Kendal saat bermain teater di GOR Bahurekso, Kendal, kemarin malam. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
KREATIF: Para guru SMA 1 Kendal saat bermain teater di GOR Bahurekso, Kendal, kemarin malam. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

Banyak cara mengenang jasa pahlawan dan guru. Seperti dilakukan para siswa dan guru SMA 1 Kendal dengan membuat pentas seni bertemakan Spirit of Young Generation. Seperti apa?

BUDI SETYAWAN, Kendal

Antusias rautsan siswa begitu nampak dalam ajang pentas seni yang digelar di Gedung Olah Raga (GOR) Bahurekso, Kendal. Berbagai kreatifitas siswa antara lain, kolosal kolaborasi tari, teater, band, solo vokal. Uniknya tidak hanya siswa yang berkreatifitas, gurupun juga ikut menampilkan teater dan band dimana pemerannya adalah para guru-gur semua.

Ya, para guru membuat teater cerita tentang tokoh lutung kasarung. Sama halnya cerita lutung kasarung yakni monyet yang berubah pangeran dan mengawini putri Purbasari. Bedanya, dalam cerita ini ditampilkan penuh improvisasi yang sengaja dibuat komedi. Sehingga membuat penonton baik siswa maupun guru tertawa terbahak-bahak.

Suasana pementasan seolah menghilangkan citra guru yang dikenal selalu serius dengan pelajaran kelas dan rajin memberikan PR. Sebab para siswa tidak menyangka, jika guru bisa menampilkan komedi.

Kepala Sekolah SMA 1 Kendal, Sunarto mengatakan acara pentas selain sebagai peringatan hari guru dan pahlawan, sekaligus sebagai media belajar bekerjasama untuk menciptakan kreativitas bersama. “Inilah yang di maksud dengan learning to life together,” ujarnya, Rabu (26/11).

Menurutnya, pementasan yang dilakukan para guru, ia ingin memotivasi para siswa, jika guru tidak hanya bisa menyuruh siswanya untuk berkreativitas saja. “Guru pun ditengah kesibukan juga bisa berkreativitas, sehingga siswa yang lebih muda harus bisa lebih berkreativitas,” tandasnya.

Sri Sujati, guru Bahasa Indonesia SMA 1 Kendal yang menjadi pelatih teater para guru SMA 1 mengungkapkan, persiapan pentas teater tersebut telah dipersiapkan jauh-jauh hari. Sujati mengaku memang untuk mengarahkan guru untuk pentas cukup sulit. Sebab rata-rata guru belum mengenal seni berteater. Jadi rata-rata guru belum mengerti ilmu berakting seperti ekspresi, mimik wajah, intonasi suara dan sebagainya. “Tapi lama-lama terbiasa saat latihan dan para guru memahami dengan sendirinya,” akunya. Untuk latihan, kata Sujati, dilakukan sehabis jam pulang sekolah. Pun, latihan dilakukan sembunyi sehingga saat pentas benar-benar menjadi kejutan kejutan bagi semua siswa maupun guru lainnya.

Kepala Dinas Pendidikan, Muryono mengatakan kegiatan yang dikemas dengan tema Spirit of Young Generation digelar di GOR Bahurekso, diyakininya mampu membangkitkan semangat para generasi muda untuk terus berkarya membangun bangsa. “Kegiatan ini sejalan dengan gerakan Kendal Cerdas,” ucapnya.

Bupati Kendal, Widya Kandi Susanti memberikan apresiasi pentas seni SMA 1 Kendal. “Seperti inilah yang di maksud oleh Presiden kita Bapak Jokowi. Ini adalah industri kreatif yang perlu terus di kembangkan,” kata Widya. Ketua Panitia, Ivan HS mengatakan semua yang ditampilkan dalam acara ini adalah hasil proses audisi di tingkat sekolah yang dilakukan selama kurang lebih dua bulan. Acara ini murni dari siswa oleh siswa untuk semua. (*)