Pelajar Dominasi Pelanggaran Lalulintas

314
 CEK KESIAPAN- Kapolres Semarang AKBP Muslimin Ahmad dalam Apel Kesiapan Operasi Zebra 2014 mengecek kesiapan kendaraan operasional petugas Satlantas Polres Semarang untuk pelaksanaan operasi. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

CEK KESIAPAN- Kapolres Semarang AKBP Muslimin Ahmad dalam Apel Kesiapan Operasi Zebra 2014 mengecek kesiapan kendaraan operasional petugas Satlantas Polres Semarang untuk pelaksanaan operasi. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

UNGARAN- Masih banyak masyarakat di Kabupaten Semarang yang melanggar aturan berlalu lintas. Bahkan tercatat ada 9.948 kasus pelanggaran lalu lintas di wilayah hukum Satlantas Polres Semarang. Hampir 70 persen para pelanggar Lalulintas adalah pelajar.

“Dari data kami hingga saat ini ada 9.948 kasus pelanggaran Lalulintas dan kebanyakan jenis kendaraan sepeda motor. Untuk profesi paling banyak pelanggarnya hampir 70 persen para pelajar,” tutur Kepala Bagian Operasional (Kabagops), Kompol Iwan Irmawan, Rabu (26/11) kemarin usai apel gelar pasukan Operasi Zebra di lapangan Mapolres Semarang.
Operasi Zebra Candi 2014 tersebut akan melibatkan anggota Satlantas Polres Semarang bekerjasama dengan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) serta Polisi Militer. Operasi akan digelar selama 14 hari dimulai 26 November 2014 hingga 9 Desember 2014.

Kapolres Semarang AKBP Muslimin Ahmad mengatakan, rencana kegiatan operasi akan digelar selama 14 hari untuk waktu bisa malam, pagi atau sore. Selama pelaksanaan operasi, petugas dilapangan memegang surat perintah untuk operasi. Pimpinan di lapangan juga harus memonitor dan memastikan tidak ada petugas yang melanggar dalam melaksanakan operasi lalulintas.

“Memang saat ini banyak pelanggar dari kalangan pelajar. Kalau kita tertibkan saat jam sekolah menganggu belajar mengajar. Jadi langkah kita melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah agar mereka semakin sadar. Jika masih tetap melanggar, kita tindak. Bahkan sudah ada upaya penerapan kurikulum tertib Lalulintas di sekolah-sekolah,” tutur Kapolres.

Kapolres menambahkan, seluruh barang bukti hasil sitaan selama Operasi Zebra Candi 2014 akan dimusnahkan. Terutama barang-barang onderdil yang tidak sesuai ketentuan akan dimusnahkan. Tujuannya untuk menghindari digunakannya kembali oleh masyarakat pengguna jalan yang terbukti melanggar.

Kasat Lantas Polres Semarang, AKP Alil Rinenggo mengatakan, dalam operasi ini 80 persen dilakukan penindakan, 10 persen preentif berupa edukasi dan sosialiasi masyarakat serta 10 persennya preventif berupa pengaturan, pengawalan. Sasaran operasi yakni kendaraan roda dua dan roda empat yang melanggar ketentuan lalulintas. Model operasi yang dilakukan yakni stasion dan hunting yang melibatkan sebanyak 94 personil gabungan Satlantas dan unit lainnya seperti reserse, provos. Selain itu operasi zebra akan melibatkan TNI dan Dishubkominfo. (tyo/zal)