Rekomendasikan Pecandu Narkotika Direhabilitasi

378

KENDAL—Komunitas Wartawan Kendal (Kawal) mengajukan sejumlah rekomendasi kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kendal untuk program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Terutama dalam hal rehabilitasi dan jaminan kepada korban pemakai agar terhindar dari jeratan hukum.

Sebab pecandu dalam Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dijelaskan jika pemakai tidak dapat dijerat dengan pidana penjara, melainkan harus direhabilitasi agar sembuh. Sebab mereka bukan pengedar, melainkan korban peredaran narkotika.“Tapi selama ini dipahami masyarakat banyak pemakai yang tertangkap tidak direhabiltasi melainkan justru masuk penjara. Inilah yang membuat masyarakat takut untuk melapor ke BNN,” ujar Wakil Ketua Kawal, Slamet Priyatin.

Dalam Focus Discussion Group (FGD) P4GN yang digelar BNN dengan Kawal, anggota Kawal Edi Praytino juga mengatakan selain jaminan tidak akan diproses hukum, menurutnya juga penting untuk pencegahan peredaran. Yakni bagi pecandu yang sudah sembuh diajak bekerja mengungkap jaringan peredaran narkotika.“Peredaran ilegal narkoba sudah sangat meresahkan dan menjadi musuh bersama masyarakat. Selain membahayakan bagi kesehatan, barang haram ini juga menjadi ancaman generasi bangsa,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kasi Pencegahan BNN Kabupaten Kendal, Sapto Nugroho menyampaikan memang saat ini masih susah untuk merubah cara berpikir penyidik kepolisian. Sebab rata-rata penyidik polisi hanya ingin mengganjar penyalah guna narkotika dengan pidana penjara.“Tapi setidaknya BNN siap mendampingi sampai jika memang pemakai diproses secara hukum. Kami juga merekomendasikan agar pemakai divonis rehabilitasi sehingga tidak perlu di penjara,” timpalnya.

Sampai saat ini sudah ada dua pecandu di Kabupaten Kendal yang sudah melaporkan diri dan mendapatkan rehabilitasi di Pusat Rehabilitasi BNN di Lido Jawa Barat. “Satu pasien merupakan limpahan dari RSU Soewondo Kendal dan kami antar ke Lido. Hingga kini masih ada satu orang yang masih dirawat sedangkan satu lagi sudah kembali ke rumah dan masih dalam pengawasan kami,” katanya. Sapto menambahkan, rehabiilitasi bagi pengguna yang lapor ke BNN sepenuhnya tidak dipungut biaya alias gratis. “Untuk pengguna yang mengkonsumsi dibawah satu gram diberikan rekomendasi untuk di rehabilitasi karena sudah termasuk pecandu,” tambahnya. (bud/zal)