Tawuran, Puluhan Pelajar Digunduli Polisi

525
 BIAR JERA: Aparat Polsek Gayamsari menggunduli rambut puluhan pelajar agar tidak mengulangi tawuran lagi, Rabu (26/11) kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

BIAR JERA: Aparat Polsek Gayamsari menggunduli rambut puluhan pelajar agar tidak mengulangi tawuran lagi, Rabu (26/11) kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

GAYAMSARI – Puluhan pelajar SMKN 3 Semarang ditangkap dan digunduli oleh tim Reskrim Polsek Gayamsari. Lantaran beraksi brutal dengan melempar batu saat menyerang SMKN 5 Semarang di Jalan Dr Cipto, Rabu siang (26/11) kemarin pukul 14.00.

Sebelum para pelajar tersebut digelandang ke Mapolsek Gayamsari, sempat terjadi aksi kejar-kejaran dengan petugas. ”Mereka berhasil ditangkap setelah terlibat aksi kejar-kejaran dengan petugas di Jalan Kartini,” ungkap Kapolsek Gayamsari, Kompol Juara Silalahi.

Awal mulanya, para pelajar dari SMKN 3 itu datang dengan berboncengan mengendarai motor dari arah Jalam MT Haryono Semarang. Mereka lantas memarkir motornya di depan SD Kartini. Tak lama kemudian, mereka melakukan penyerangan dengan melempar batu ke SMKN 5.

Beruntung, aksi tersebut tercium oleh tim Reskrim Polsek Gayamsari yang sigap melakukan pengamanan. Kedatangan polisi, membuat para pelajar SMKN 3 itu kalang kabut. Mereka berlarian ke arah Jalan Kartini. ”Kami langsung melakukan pengamanan di lokasi kejadian. Sebagian berhasil kami amankan. Sebagian lagi kabur,” imbuhnya.

Dikatakan Kompol Juara, tawuran ini bukan kali pertama, perseteruan dua siswa SMKN itu kerap terjadi. ”Mereka kami amankan untuk dilakukan pembinaan, memanggil orang tua siswa dan diminta membuat surat pernyataan tidak mengulangi lagi,” katanya.

Bahkan untuk membuat efek jera, rambut puluhan pelajar dicukur gundul. ”Kami juga mengundang perwakilan sekolah masing-masing ke Polsek agar persoalan seperti itu tidak terulang kembali,” katanya.

Selain itu, sebanyak lima motor milik pelajar juga diamankan. Kelimanya ditinggalkan pemiliknya saat terjadi aksi kejar-kejaran dengan petugas. ”Kami hanya memberi bimbingan. Kalau jeratan hukum terkait tawuran ini masih lemah,” katanya.

Salah satu siswa yang ditangkap, SL, 16, mengaku hanya ikut-ikutan karena diajak oleh teman-temannya. ”Saya hanya ikut aja. Semula akan main ke rumah teman, tapi malah diajak menggeruduk SMKN 5,” katanya. (mg5/ida/ce1)