Uji Sinyal Smartfen Memuaskan

385

SEMARANG – Sebagai perusahaan telekomunikasi yang menggunakan jaringan CDMA, Smartfren kembali membuktikan memiliki sinyal yang tidak kalah dengan jaringan telekomunikasi GSM. Saat dilakukan tes sinyal dari Semarang menuju ke Puncak Gunung Merapi, sinyal masih baik.

Dari Semarang menuju ke Bawen sinyal relatif tidak mengalami masalah, namun ketika dari Bawen menuju Mungkid, sinyal sedikit hilang namun masih bisa digunakan mengakses data. Sama halnya ketika memasuki wilayah Pringsurat, Magelang dan Sleman, jaringan dari Smartfren mengalami sedikit kendala.

General Manaver VP Network PT Smartfren Telecim TBK, Munir Syahda Prabowo, mengatakan jika minimnya sinyal yang didapat dari gadget yang dibawa karena jaringan CDMA menggunakan frekuensi yang berubah-ubah dibandingkan sinyal dari GSM. “ Sinyal yang masuk ke gadget pun tidak bisa kontinyu dari titik ketitik, karena dipengaruhi oleh keadaan alam berupa kontur tanah yang terdiri dari dataran tinggi dan dataran rendah serta perbukitan,” katanya.

Menurut dia, presentasi sinyal lemah kemtimbang sinyal yang kuat masih bisa ditoleransi. Walaupun begitu dirinya tetap akan melakukan evaluasi terhadap pemancar atau BTS yang ada. “Kita akan menambah BTS agar pengguna kami tidak terkena ganggunan sinyal dibeberapa tempat seperti, Mungkid, Pringsurat, dan Sleman,” tegasnya.

Bundling Product Department Head PT Smartfren Telecom Tbk. Hartadi Novianto, mengatakan jika Smartfen akan lebih menggenjot pasar handphone berbasis android pada kalangan menegah dengan targetr 3 juta unit pertahun. “Perbaikan akan terus dilakukan dari segi sinyal , jaringan, layanan dan produk handphone. Tahun depan kita yakin bisa menjual sekitar 3,5 sampai 4 juta unit handphone android,” tambahnya. (den/smu)