Banyak Oknum PNS Mark Up Biaya

572

SALATIGA—Sejumlah oknum pegawai negeri sipil (PNS) di Pemkot Salatiga diduga marak melakukan mark up biaya klaim pada nota atau kwitansi, jelang akhir tahun 2014 ini. Hal tersebut terbukti dengan tingginya permintaan nota kosong di bengkel, toko bangunan dan toko alat kantor di Salatiga meningkat. Diduga karena oknum dinas ingin menghabiskan anggaran akhir tahun 2014.

Menurut pengakuan Fian, 24, pemilik bengkel mobil di Nanggulan Salatiga, akhir November begini, permintaan cap dan nota kosong sudah mulai marak. Puncak-puncaknya awal Desember. Biasanya pelakunya oknum dinas berseragam. Kalau dari dinas apa saya kurang tahu. Yang penting mobil ber-pelat merah. “Biasanya mereka servis mobil di sini, lalu notanya minta dikosongkan. Kalau tidak minta penggelembungan nota. Saya sudah berkali-kali menolak oknum dinas yang datang. Bahkan pernah ada yang minta digelembungkan sampai sebelas juta. Keuntungan dinas tersebut kira-kira empat juta sampai lima juta. Jelas saya tolak mentah-mentah. Biasanya kalau awal Desember, banyak mobil dinas datang bergantian. Mereka melihat dulu, jika sudah ada mobil dari dinas lain mereka tidak jadi masuk bengkel,” ungkapnya.

Fian juga menambahkan jika bengkelnya pernah didatangi oleh kepala dinas, menanyakan barang yang tertera dalam kwitansi bengkelnya. Tak pelak dia menyangkal karena barang onderdil dalam nominal jutaan itu tidak ada dalam bengkelnya. “Saya pernah dituduh berkomplot dengan salah seorang oknum PNS yang menggelumbungkan nota servis mobil di sebuah dinas, otomatis saya marah bukan kepalang. Saya minta kepala dinas datang dengan anak buahnya tadi yang menggelumbungkan harga. Saya tunggu beberapa hari tapi tidak datang-datang” tandasnya.

Hal senada diungkapkan Huda, 32, Guru IT di sebuah sekolah swasta di Salatiga. Untuk guru, modus permintaan nota kosong biasanya di Ttko peralatan kantor dan toko bangunan. Ada beberapa toko ber-NPWP yang memang menerima permintaan kwitasi kosong. “Malah saya mendengar dari beberapa guru di sekolah saya, ada oknum guru yang membelanjakan peralatan sekolah, tapi minta kepada pelayan toko agar digelembungkan, supaya dia dapat Ipad,” katanya. (mg14/zal)