Dana PSKS Tahap I Capai Rp 39,5 M

329
 PENCAIRAN PSKS : Kepala Kantor Pos Demak Ahmad Sulkin (kiri berdiri) sedang memonitor pencairan dana PSKS disela antrean warga di kantornya, kemarin. (Wahib pribadi/radar semarang)

PENCAIRAN PSKS : Kepala Kantor Pos Demak Ahmad Sulkin (kiri berdiri) sedang memonitor pencairan dana PSKS disela antrean warga di kantornya, kemarin. (Wahib pribadi/radar semarang)

DEMAK – Kantor Pos Demak mulai mencairkan uang tunai untuk 98.811 warga miskin yang tercatat sebagai penerima simpanan keluarga sejahtera (PSKS). Sudah dua hari ini, warga miskin dari berbagai desa tersebut berbondong-bondong mendatangi Kantor Pos Demak dan Kantor Pos di tingkat kecamatan.

Kepala Kantor Pos Demak, Ahmad Sulkin mengungkapkan, pihaknya mengerahkan petugas Kantor Pos untuk melayani masyarakat yang mencairkan dana PSKS tersebut. Menurutnya, dana PSKS tahap I ini mencapai Rp 39.524.400.000. Dari jumlah itu, setiap warga penerima bantuan yang masuk kategori rumah tangga miskin (RTM) mendapatkan uang tunai sebesar Rp 400 ribu untuk dua bulan, yakni November dan Desember. “Ini sebagai bentuk kompensasi kenaikan bahan bakar minyak (BBM),” terang Sulkin, kemarin. Untuk melancarkan pencairan dana tersebut, Kantor Pos Demak dibantu Kantor Pos Dempet, Mranggen, Karangawen, Sayung, Karangtengah, Wedung, Gajah, Karanganyar, Guntur dan Bonang.

Sementara itu, dalam proses pencairan dana PSKS di Kecamatan Guntur diwarnai insiden. Setidaknya 10 warga yang usianya sudah lanjut sempat pingsan karena ikut antre untuk memperoleh dana bantuan tersebut.

Kapolres Demak AKBP Raden Setijo Nugroho melalui Kasubag Humas AKP Zamroni mengatakan para orang tua yang tidak sadarkan diri karena kecapekan itu sebelumnya dirawat di puskesmas setempat. “Tapi, mereka sudah pulang ke rumah masing-masing,” jelasnya. Adanya warga yang pingsan ini membuat petugas kepolisian dan Kantor Pos melakukan perbaikan sistem antrean. Dengan demikian, diharapkan tidak terjadi lagi warga yang pingsan. (hib/ric)