Investor Baru Penuhi 40 Persen Kontrak

369
 BELUM LENGKAP: Fasilitas di Objek Wisata Water Park Kalibening yang sudah dibangun investor akan menjadi milik Pemkab Magelang. (MUKHTAR LUTFI/RADAR KEDU)

BELUM LENGKAP: Fasilitas di Objek Wisata Water Park Kalibening yang sudah dibangun investor akan menjadi milik Pemkab Magelang. (MUKHTAR LUTFI/RADAR KEDU)

MUNGKID– Investor pengelola wisata Water Park Kalibening di Kecamatan Secang Kabupaten Magelang sepertinya mengalami kekurangan biaya. Sejak 2011 lalu, baru 40 persen pekerjaan yang berhasil diselesaikan.

Sehingga pemutusan hubungan kerja sama antara Pemkab Magelang dengan PT Trisna Wahida Utama (TWU), dalam pengelolaan objek wisata Kalibening, ibarat tinggal ketok palu. Yakni, 31 Desember 2014 mendatang. “Investor asal Bandung itu ingkar janji (wanprestasi). Tak mampu menunaikan isi perjanjian kerja sama,” kata Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Magelang, Djoko Tjahjono, kemarin.

Berdasarkan perjanjian 25 September 2011, lanjut Djoko, PT TWU berkewajiban membangun fasilitas baru untuk menjaring wisatawan, dalam tempo dua tahun. Faktanya, investor hanya bisa membangun sekitar 40 persen dari target sehingga tak diberi izin operasional.

Pembenahan dengan penambahan sejumlah wahana permainan air juga tersendat. Meski diberi perpanjangan waktu sampai awal November 2014, tetap saja gagal. Melihat kondisi yang tak menguntungkan, pemkab terpaksa mengambil tindakan tegas.

Kabid Aset Daerah DPPKAD Ganis Hari Saktiyono menyebutkan hasil evaluasi yang diadakan bersama jajaran Direksi PT TWU, Minggu (2/11). Pihak investor menyatakan siap menanggung konsekuensi atas kegagalannya membenahi objek wisata Kalibening.

Konsekuensi dimaksud, menurut Ganis, segala fasilitas baru yang sudah dibangun di Kalibening akan menjadi milik Pemkab Magelang. “Investor sudah menyadari, hal itu sebagai konsekuensi logis dalam dunia investasi,” katanya.

Ditanya soal masa depan objek wisata Kalibening, Ganis mengaku belum dapat memberikan keterangan. Apakah akan dikelola sendiri oleh Pemkab Magelang -dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan- atau dikerjasamakan dengan pihak ketiga.

Dihubungi terpisah, Direktur PT TWU, Trisna Bayu Kusuma, belum bisa dikonfirmasi terkait hal itu. “Mohon maaf, kondisi Pak Bayu masih sakit,” kata Indah, asisten Trisna Bayu Kusuma, yang menelepon balik.

Dalam perjanjian kerja sama pada 25 September 2011 disebutkan, Pemkab menginvestasikan aset berupa tanah dan bangunan senilai Rp 7.380.000.000. PT TWU menyiapkan anggaran Rp 20.045.432.640 untuk membangun beberapa fasilitas baru di objek wisata tersebut.

Total nilai investasi dalam kerja sama Bangun Guna Serah itu mencapai Rp 27.425.432.640, dalam jangka waktu 30 tahun. Adapun kontribusi yang diterima dihitung sebesar Rp 1.010.400.000/tahun, ditambah 5 persen dari setiap kelebihan target pengunjung. (vie/ton)