Pedagang Resah, Kios Tak Kunjung Dibagi

362
 FINISHING: Pekerja dari PT Handaru mengecek hasil finishing sejumlah kios dan los pasar Projo. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

FINISHING: Pekerja dari PT Handaru mengecek hasil finishing sejumlah kios dan los pasar Projo. (FOTO: PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

UNGARAN- Pedagang pasar Projo Ambarawa mulai resah. Pasalnya pembangunan Pasar Projo Ambarawa Kabupaten Semarang sudah memasuki tahap finishing dan diperkirakan selesai 8 Desember 2014. Namun hingga saat ini belum ada isyarat dari Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan untuk membahas masalah pembagian kios dan pemindahan pedagang.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Projo Ambarawa, Solichin mengatakan, sepanjang pengerjaan proyek pembangunan pasar Projo, Dinas Koperasi UMKM dan Perindag belum pernah mengajak diskusi terkait rencana kedepan setela proyek selesai. Padahal para pedagang sangat ingin segera menempati pasar baru yang akan selesai di akhir tahun ini.

“Selama ini kami belum pernah diajak rembugan oleh Pemda. Sebenarnya kami hanya ingin sekadar tahu bagaimana sistem pembagian kios ataupun losnya. Awalnya perwakilan pedagang hanya dimintai masukan saja jika proyeknya selesai. Tapi setelah itu tidak ada realisasi komunikasi lanjutan,” tutur Solichin, Kamis (27/11) kemarin.

Solichin berharap ada komunikasi langsung dan pembagian kios maupun losnya harus transparan. Padahal pembagian kios maupun los sangat rawan permasalahan. Sehingga perlu dijelaskan berapa jumlah kios dan los yang terbangun dan akan dibagikan untuk berapa pedagang. “Sebelumnya ada 1.600 pedagang termasuk dengan PKL (Pedagang Kaki Lima), kalau update jumlah pedagang yang baru kami tidak tahu. Lalu kios baru yang tersedia berapa tidak tahu. Kami sangat ingin diajak rembugan agar tidak terjadi gesekan,” tutur pemilik kios kelontong di pasar tersebut.

Pembagian kios maupun los di pasar Projo yang baru menurut Solichin kalau tidak dibicarakan sejak awal bakal rumit. Sebab ada pedagang yang punya lebih dari satu kios dan tempatnya berjajar. Jika nantinya di dibagi dan letaknya dipisah-pisah tentu pedagang tidak mau. Selain itu pedagang berharap agar los dan kios disesuai komoditasnya. “Kami harap masalah ini harus ada komunikasi yang baik, harus transparan, kami harap tidak ada permainan dalam kepemilikan kios,” tandasnya.

Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perindag Kabupaten Semarang, M. Natsir mengatakan, saat ini pihaknya masih menyusun materi untuk sosialisasi bagi pedagang Pasar Projo. Dalam waktu dekat akan segera melakukan sosialisasi penempatan pedagang. “Seluruh pedagang yang terdata akan masuk semua ke dalam pasar yang baru. Jadi tidak ada permasalahan karena kios dan los cukup untuk menampung pedagang. Sebenarnya kita sudah pernah melakukan sosialisasi dan nanti akan dilakukan sosialisasi lanjutan,” kata Natsir. (tyo/zal)