Pembangunan Desa Terpencil Terkendala Anggaran

572

UNGARAN –Pembangunan wilayah pinggiran di Kabupaten Semarang menemui sejumlah kendala. Selain terbatasnya anggaran dan sempitnya akses jalan untuk masuk alat berat, juga prosedur perizinan yang rumit dan bertele-tele. Karena sebagian besar tanah di wilayah pinggiran milik PT Perhutani.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang, Totit Oktorianto mengatakan, yang menjadi kendala pembangunan di kawasan Pringapus terutama Candirejo karena terbatasnya anggaran dan sempitnya akses menuju dusun terpencil. Kendati demikian pembangunan jalan tetap akan dilaksanakan hanya saja secara bertahap mengingat terbatasnya anggaran. “Tahun 2013 lalu anggaran kita terkuras di proyek (jalan) besar dan untuk kegiatan aspiratif DPRD maupun hasil musrenbang. Sehingga pembangunan fisik, termasuk jalan dilakukan bertahap,” katanya.

Ditambahkan Totit, anggaran untuk pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Semarang dialokasikan sekitar 20 persen dari APBD atau sebesar Rp 55 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan fisik wilayah non perkotaan, seperti di wilayah terisolir, perbatasan, wilayah dengan aktifitas ekonomi tinggi atau wilayah cepat tumbuh. “Untuk Kecamatan Pringapus, baru sebatas membangun Jembatan Banger penghubung Dusun Banger, Desa Candirejo. Pembangunan jembatannya juga bertahap tidak langsung jadi karena terbatasnya anggaran,” kata Totit.

Sedangkan untuk perbaikan jalan di sejumlah Dusun seperti di dusun Banger Dusun Watugajah, Dawung, Getas Kumbang dan Dusun Kedungjati, Borangan, Kedungglatik dan Sapen, Totit mengaku masih banyak menemui kendala. Kendala tersebut antara lain kesulitan mengirimkan alat berat karena sempitnya jalan. Sehingga untuk melakukan pembangunan ke wilayah tersebut harus melebarkan akses menuju ke sana lebih dahulu. Selain itu juga terkendala perizinan dari Perhutani. “Selain kendala akses jalan yang sempit untuk masuknya alat berat. Juga terkendala lamanya proses perizinan di Perhutani. Sebab izinnya harus sampai ke pusat, selain itu kita tidak bisa menentukan ukuran lebar jalan untuk pertimbangan keamanan hutan. Kendati ada kendala seperti itu, kami tetap harus melakukan perbaikan di sana,” imbuhnya. (tyo/zal)