Pengganti Kompres, Diklaim Lebih Efektif

847
 INOVATIF: Lima siswa SMAN 1 Semarang menunjukkan jaket penurun gel demam anak ciptaannya. (Eko Wahyu Budiyanto/Radar Semarang)

INOVATIF: Lima siswa SMAN 1 Semarang menunjukkan jaket penurun gel demam anak ciptaannya. (Eko Wahyu Budiyanto/Radar Semarang)


Lima siswa SMA Negeri 1 Semarang berhasil menciptakan alat penurun demam yang ramah bagi manusia. Namanya Jalur Demak Elektrik. Alat ini sebagai pengganti kompres. Seperti apa?

EKO WAHYU BUDIYANTO

JALUR Demak adalah singkatan dari ”Jaket Gel Penurun Demam Anak.” Alat ini diciptakan oleh lima siswa SMAN 1 Semarang. Mereka adalah Fransjaya Candra Gunawan, Henas Deliara, Salsabila Nur Aulia, Muhammad Setya Nugraha Saputra, dan Ahmad Ghany Wibowo.

Menurut Fransjaya Candra Gunawan, ide membuat jaket penurun demam anak itu berawal dari pengalamannya saat melihat saudara laki-lakinya sakit demam dan hanya dikompres dengan kain basah di bagian dahi oleh ibunya. Hal serupa juga dilakukan hampir semua orang tua jika anaknya panas tinggi.

”Sepengetahuan saya cara mengompres dengan air dingin seperti itu salah. Justru hal itu dapat membuat demam anak semakin tinggi,” katanya kepada Radar Semarang.

Dikatakan, dahi dilindungi tulang tengkorak kepala. Sehingga sangat tidak efektif jika kompresan diletakkan di situ. ”Seharusnya di tempat-tempat yang dilewati pembuluh darah. Contohnya di leher dan ketiak,” ujar siswa kelas XI ini.

Hal itulah yang mendorong Fransjaya menciptakan alat penurun demam yang dapat dimanfaatkan oleh banyak orang, dan mudah diproduksi. Untuk menjawab permasalahan tersebut, ia melakukan penelitian dengan memanfaatkan hidrogel sebagai bahan utama alat kompres penurun demam elektrik. Tentunya, agar pengompresan pada anak yang demam lebih mudah, praktis, dan aman.

Frans lantas menceritakan idenya tersebut ke teman-temannya. Namun rupanya hanya 4 orang yang tertarik mewujudkan keinginannya itu. Keempat temannya itu adalah Henas Deliara, Salsabila Nur Aulia, Muhammad Setya Nugraha Saputra, dan Ahmad Ghany Wibowo. Kelimanya lantas mewujudkan temuan Frans tersebut dalam bentuk jaket. Namanya Jaket Gel Penurun Demam Anak yang disingkat Jalur Demak. Proses pembuatannya tergolong sederhana, yakni hanya memanfaatkan arus listrik yang kemudian diubah sesuai suhu tubuh menggunakan hidrogel.

”Jaket Gel Penurun Demam Anak elektrik ini dapat diterapkan di lingkungan masyarakat. Alat ini juga dibutuhkan masyarakat terutama bagi yang memiliki balita,” ujar Frans.

Dengan adanya jaket ini, masyarakat dapat dengan mudah memberikan pertolongan pertama pada anaknya yang terkena demam. Sehingga hal ini dapat menekan angka penyakit di masyarakat, dan dapat tercipta masyarakat yang sehat.

Salsabila Nur Aulia menambahkan, proses pembuatan jaket ini keseluruhan dikerjakan sepulang sekolah oleh dirinya dan keempat temannya. Frans yang bertindak sebagai konseptor alat memberikan arahan-arahan kepada keempat temannya untuk membuat dan menyempurnakan bagian-bagian dari alat tersebut.

”Waktu pembuatan tergolong lama sekitar dua bulan. Yang membuat pembuatannya lama itu karena harus menyesuaikan bentuk hidrogel dengan bentuk jaket. Selain itu, hidrogel ini kita buat portable sehingga bisa dicopot,” jelasnya.

Salsabila mengatakan, kendala yang dihadapi saat pembuatan Jalur Demak elektrik tersebut yakni saat membuat rangkaian listrik berdaya rendah yang ditanam di dalam jaket tersebut. Dikatakan, daya listrik yang dirakit untuk menyesuaikan suhu tubuh sangat tidak mudah.

”Kalau listrik terlalu besar, jika diterima hidrogel akan terlalu panas. Begitu pula sebaliknya. Sampai-sampai mau memakai lampu halogen, tapi ternyata juga masih tidak sesuai arus listriknya terhadap suhu tubuh,” tutur Salsabila.

Dia mengungkapkan, alat tersebut sudah pernah dilombakan di Jakarta dalam festival inovasi siswa se-Indonesia. Namun masih gagal menyabet juara. Namun saat Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) Kota Semarang 2014 lalu, berhasil meraih juara I untuk kategori pelajar.

Ke depan, ia berharap alat ini dapat diproduksi dalam jumlah besar, dan dapat dipublikasikan kepada masyarakat, sehingga warga bisa memanfaatkan jaket ini dengan mudah. Selain itu, Frans bersama keempat temannya juga akan lebih menyempurnakan Jalur Demak elektrik itu. ”Kita akan lengkapi alat otomatis detector suhu panas. Sehingga dapat dengan mudah menyesuaikan suhu tubuh. Selain itu, baterai yang digunakan sebagai sumber listrik akan kita ganti dengan baterai yang memiliki daya tinggi tapi aman bagi tubuh,” ujar Frans. (*/aro/ce1)