Puting Beliung Rusak 24 Rumah

397
 RATA TANAH : Rumah tinggal milik Ngahadi yang ambruk setelah diterjang angin puting beliung. (ABAZ ZAHROTIEN/RADAR KEDU)

RATA TANAH : Rumah tinggal milik Ngahadi yang ambruk setelah diterjang angin puting beliung. (ABAZ ZAHROTIEN/RADAR KEDU)

TEMANGGUNG–Sedikitnya 24 rumah di Desa Petung, Kecamatan Bejen rusak akibat diterjang angin puting beliung, Rabu (26/11) malam. Bahkan sebuah rumah ambruk. Sebagian besar kerusakan didominasi bagian atap yang diterjang angin.

Rumah yang rata dengan tanah adalah milik Ngahadi, 47, warga Desa Petung, Kecamatan Bejen. Selain atapnya rusak, seluruh tiang bangunan juga roboh.

Ngahadi mengatakan, rumah yang ambruk tersebut masih dalam tahap pembangunan. Saat kejadian dia dan keluarganya berada di rumah lain sehingga selamat dari maut. Kejadian ini membuat warga Petung lain sempat panik saat angin besar datang dan menerbangkan genteng serta atap rumah mereka.

Kasi Logistik dan Penanganan Darurat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung Eko Suprapto mengatakan, angin ribut itu muncul berbarengan dengan turunnya hujan. Kendati tidak ada korban jiwa namun akibat bencana itu kerugian ditaksir mencapai Rp 20 juta.

“Arah angin dari selatan ke utara. Rumah milik Ngahadi roboh, bagian atap rumah itu separo genteng tapi separo lagi dari asbes. Jadi karena keseimbangannya tidak sama, makanya ambruk,” katanya.

Hingga kemarin pihak BPBD masih mendata rumah-rumah warga Desa Petung yang terdampak angin. BPBD sudah memberikan bantuan logistik, lalu dalam beberapa hari kedepan akan diberikan bantuan berupa bahan bangunan dan genteng.
Dari catatan BPBD selama tahun 2014 ini sudah terjadi beberapa kali bencana angin puting beliung. Antara lain di Duren Pringsurat, Desa Nguwet Kecamatan Kranggan. Berdasarkan pemetaan, semua kecamatan di Kabupaten Temanggung masuk rawan bencana angin. (zah/ton)