Warga ‘Demo’ Tuntut Pemberhentian Kades

419
 HANYA TEATRIKAL : Korlap demo, diperankan Faidul Atiq memimpin massa menuntut pemberhentian kades di Pendopo kemarin. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)

HANYA TEATRIKAL : Korlap demo, diperankan Faidul Atiq memimpin massa menuntut pemberhentian kades di Pendopo kemarin. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)

DEMAK- Beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Demak yang masuk 10 besar terbaik, kemarin, memamerkan aksi teatrikal budaya kerja. Aksi ini membuat mereka yang hadir di Pendopo Kabupaten tertawa terpingkal-pingkal.

Bagian Setda misalnya, menampilkan aksi demo tuntutan pemberhentian kepala desa (kades). Aksi yang diperankan para PNS tersebut menarik perhatian karena dilengkapi dengan berbagai atribut tuntutan layaknya demonstrasi betulan. Contoh tuntutan, kades tidak usah diberi pensiunan, kades jangan diusulkan jadi penjabat sementara (Pjs), pokoke mudun (turun) dan tuntutan lainnya. Para pendemo itu diterima Asisten Pemerintahan, Edy Suntoro, Kabag Hukum Ridlodin dan pejabat terkait lainnya.

Sedangkan, korlap demo dipimpin atau diperankan Faidul Atiq (PNS Humas Setda). Dengan mengenakan ikat kepala, Faidul atau yang akrab disapa-Om Pai- ini bersuara lantang menginginkan segera dilakukan pemberhentian kades.

Kemudian, Dinas Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah (DPKKD) juga menunjukkan aksi yang berbeda. Yakni, seorang warga mengamuk karena pelayanan pembayaran pajak lambat dan tak memuaskan. Suasana baru kondusif saat datang waria yang juga ingin membayar pajak. Aksi demo dan protes warga saat membayar pajak itu sebagian dari teatrikal dalam simulasi gelar budaya kerja.

Kabag Organisasi dan Kepegawaian (Orpeg), Gufrin Heru Putranto mengatakan, ada 10 SKPD yang masuk kategori terbaik dalam melaksanakan budaya kerja. Yakni, RSUD Sunan Kalijaga, Sekretariat Daerah (Setda), BPPT, Kantor Perpusda dan Arsip, Inspektorat, KP2PA, Bappeluh KP, DPKKD, Badan Kepegawaian Daerah (BKD), dan Kecamatan Demak Kota.

“Ditampilkannya teatrikal budaya kerja ini untuk mengetahui bagaimana mereka menangani segala persoalan dengan tepat dan cepat,” katanya. Penampilan teatrikal budaya kerja ini dinilai dewan juri yang terdiri dari Sekda dr Singgih Setyono MMR, Kepala BPBD, Anjar Gunadi dan juri lainnya. Wabup Harwanto mengatakan, dalam budaya kerja perlu perubahan pola pikir atau mindset yang pas sesuai reformasi birokrasi. “Jadi, harus ada perubahan yang lebih baik lagi dalam melayani masyarakat,” katanya. (hib/ric)