Anjungan Temanggung di Maerokoco Terbakar

623
 JADI ARANG: Petugas Pemadam Kebakaran Kota Semarang saat menjinakkan kobaran api yang membakar rumah adat anjungan Kabupaten Temanggung di Kompleks Puri Maerokoco kemarin. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

JADI ARANG: Petugas Pemadam Kebakaran Kota Semarang saat menjinakkan kobaran api yang membakar rumah adat anjungan Kabupaten Temanggung di Kompleks Puri Maerokoco kemarin. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

TAWANGMAS – Rumah adat anjungan Kabupaten Temanggung di kompleks Puri Maerokoco, Pusat Rekreasi Promosi dan Pembangunan (PRPP) Jateng, Jumat (28/11) pagi ludes terbakar. Peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 09.00. Akibatnya, sejumlah produk khas Temanggung yang berada di dalam bangunan ikut ludes dilalap si jago merah. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Sebab, saat kejadian bangunan dalam kondisi kosong.

Informasi yang dihimpun Radar Semarang menyebutkan, kali pertama kebakaran diketahui oleh seorang petugas kebersihan anjungan Kabupaten Wonosobo, yang kemudian memberitahu petugas kebersihan anjungan Temanggung bernama Kasrun.

Kasrun yang saat itu sedang membersihkan halaman anjungan Temanggung tidak sadar ada asap hitam mengepul di atas atap bangunan. ”Tiba-tiba api sudah muncul dan semakin membesar,” kata Kasrun kepada koran ini.

Tentu saja, hal itu membuat Kasrun panik. Ia pun berteriak meminta pertolongan. Namun api yang sudah menjilat-jilat tak bisa dikendalikan. Kejadian itu segera dilaporkan kepada petugas Dinas Kebakaran Kota Semarang.

Tak berselang lama, dua unit mobil blanwir tiba di lokasi kejadian. Tak sampai setengah jam, kobaran api berhasil dijinakkan. Kendati demikian, seluruh isi di anjungan Temanggung itu ludes terbakar.

Hingga kemarin, belum diketahui penyebab pasti kebakaran. Namun berdasarkan keterangan sejumlah saksi, diduga kebakaran akibat korsleting instalasi listrik di bagian atap.

”Menurut informasi saksi di lokasi kejadian, ada bau seperti kabel terbakar sejak pukul 05.00. Sekitar pukul 09.00 kebakaran muncul di bagian atap. Sebaiknya kalau ada bau kabel terbakar, langsung saja matikan aliran listrik,” ujar Kasi Opersional Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Supriyanto yang mengaku sempat kesulitan menuju ke lokasi karena gapura pintu masuk terlalu sempit untuk ukuran mobil damkar. (mg5/aro/ce1)