Asap Pabrik Ganggu Pernafasan

1177
 BIKIN SESAK: Salah satu pabrik pengolahan kayu di kawasan industri, Desa Nguwet, Kecamatan Pringsurat yang mengeluarkan asap hitam. (ABAZ ZAHROTIEN/RADAR KEDU)

BIKIN SESAK: Salah satu pabrik pengolahan kayu di kawasan industri, Desa Nguwet, Kecamatan Pringsurat yang mengeluarkan asap hitam. (ABAZ ZAHROTIEN/RADAR KEDU)

TEMANGGUNG–Maraknya industri besar di wilayah Kabupaten Temanggung membuat kalangan DPRD Temanggung menyorot tentang pembuangan limbahnya. Sebagian besar perusahaan di wilayah penghasil tembakau ini tidak memenuhi standar keamanan pembuangan. Dewan mendesak agar Pemkab melalui satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait untuk menertibkan perusahaan yang melanggar.

“Satu sisi kehadiran usaha itu sangat baik bagi perkembangan kesejahteraan masyarakat kita. Tetapi pada sisi lainnya, banyak perusahaan yang tidak memenuhi standar keamanan pengolahan limbah. Ini patut untuk menjadi keprihatinan,” kata anggota Komisi D DPRD Temanggung, Moh Amin.

Ia mengatakan, dampak dari pengolahan limbah yang tidak sesuai standar paling menonjol adalah terjadinya gangguan kesehatan dan kenyamanan masyarakat. Cerobong asap yang membuang limbah sisa pembakaran dapat mengganggu pernafasan warga serta sebaran debu hitam. “Memberi efek ekonomi positif tetapi memberi dampak negatif bagi kesehatan. Ini tidak boleh dibiarkan, jadi harus semuanya diperhatikan. Masyarakat harus dijaga kesehatannya melalui sistem pengelolaan limbah yang baik,” katanya.

Dikatakan, pemerintah setempat melalui Badan Lingkungan Hidup harus mengambil tindakan tegas dalam menyikapi perusahaan-perusahaan yang belum sempurna dalam sistem pengolahan limbah. Instalasi pengolahan limbah telah ada standar umumnya dan harus diterapkan sebagai upaya melindungi masyarakat di kawasan sekitarnya.

Pemerintah harus menjamin usaha-usaha yang telah ada memiliki sistem pengolahan limbah harus sesuai dengan standar. Perusahaan baru yang akan berdiri juga harus sesuai dengan standar yang ada sebelum izin dikeluarkan.
“Bukan berarti akan menghambat investasi, tetapi bagaimanapun juga industri harus memperhatikan faktor pengolahan limbah agar tidak mengganggu. Jangan sampai keberadaan industri besar justru malah menyebabkan dampak negatif bagi masyarakat,” tandasnya.

Bambang, 49, warga di sekitar kawasan industri mengatakan, asap tebal berwarna hitam seringkali muncul saat proses produksi pabrik. Biasanya asap tebal berwarna hitam muncul pada setelah jam 15.00 dan malam hari. “Kalau jam kerja asapnya putih, tapi kalau sore dan malam biasanya hitam. Cara mengetesnya gampang, taruh jemuran warna putih, nanti dibiarkan semalaman, paginya pasti sudah banyak kotorannya, debu hitam yang dibawa asap,” katanya.

Tentang dampak kesehatan, ia mengaku seringkali mengalami gangguan pernafasan. Gangguan yang sering terjadi adalah batuk dan flu. Selain itu, apabila aktivitas di luar semalaman, maka lubang hidung menjadi bernoda hitam. “Karena banyak menghirup nafas dari udara yang kotor,” tandasnya. (zah/ton)