Awas, Ayam Tiren Beredar

360

MUNGKID– Ayam bangkai atau yang juga dikenal dengan mati kemarin (tiren) masih beredar di wilayah Kabupaten Magelang. Seorang pemasok ayam tiren di Pasar Kaponan Kecamatan Pakis, Jumat (28/11) pagi berhasil ditangkap.

Pelaku adalah seorang perempuan bernama Murni, 56, warga Kabupaten Semarang. “Pelaku sudah diamankan di Polsek Pakis,” kata Kasubag Humas Polres Magelang AKP Edi Sukirsna.

Terbongkarnya kasus ini, kata dia, bermula dari razia yang digelar oleh Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magelang. “Pelaku berjualan di Pasar Kaponan (Pakis). Diduga ada pelaku lain yang masih dalam penyelidikan,” ungkapnya.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner, Jhon Manglapey mengatakan, ada dua pelaku lain yang berhasil kabur saat hendak ditangkap. Mereka adalah Ny Romsiah, 58, dan Ny Puji, 60, keduanya warga Kabupaten Semarang.

“Dalam operasi yang kami lakukan dini hari tadi (kemarin, red), kami memang berhasil menangkap tangan seorang pengedar. Sebenarnya, ada tiga orang yang kami incar. Namun dua yang lain berhasil kabur, sebelum kami tangkap,” katanya.

Para pelaku ini, kata dia, memang sudah menjadi target kepolisian. Sebelum penangkapan itu, tim berhasil mendapatkan barang bukti berupa ayam tiren yang akan dijual oleh beberapa pedagang di Pasar Ngablak beberapa hari lalu.

Dari hasil pengembangan, tim melanjutkan operasi ke Pasar Kaponan. Benar saja, setelah ditunggu beberapa jam, para pelaku muncul dengan menggunakan sebuah mobil. “Saat itu, kami tidak langsung tangkap. Kami biarkan dahulu, mereka turun dari mobil. Baru setelah dua pelaku menjalankan aksinya menawarkan dagangannya ke sebuah warung soto, kami tangkap. Sayang, salah satu berhasil melarikan diri bersama pelaku lain yang diduga otaknya,” jelas Jhon.

Dari hasil penyelidikan, pelaku mengaku baru tiga bulan beraksi. Mereka bertugas menawarkan dan memasok ayam tiren ke pedagang. Tentu dengan harga murah. “Yang menawarkan Setelah laku, Romsiah dan Murni. Setelah berhasil mereka diberikan uang semacam upah. Untuk barang, berasal dari Ny Puji,” kata dia.

Pihaknya menduga ketiganya merupakan komplotan yang sudah lama menjalankan aksinya. Tidak hanya di Kabupaten Magelang saja, tapi juga Kabupaten Semarang dan Salatiga. “Setelah kami koordinasikan ternyata mereka juga sudah diintai petugas Kabupaten Semarang dan Salatiga,” ungkpnya.

Menurut Jhon, pihaknya akan terus menggelar operasi di sejumlah pasar tradisional. Tujuannya untuk melindungi konsumen dari produk pangan yang tidak layak konsumsi.

Di sisi lain, juga dalam rangka menegakkan Undang-Undang No 18 tahun 2012 tentang pangan serta Peraturan Daerah (Perda) nomor 10 Tahun 2008 tentang pengawasan daging dan rumah potong hewan. “Operasi ini akan terus kami lakukan di seluruh pasar tradisional di wilayah ini. Harapannya, konsumen (pembeli) merasa aman dan nyaman saat membeli. Yang penting, konsumen mendapatkan daging yang benar-benar layak konsumsi,” tegasnya. (vie/ton)