Balai Kota Diserang Teroris

292
TURUNKAN SNIPER: Prajurit Yonif 411 mengepung ‘teroris’ yang menyandera wali kota di dalam gedung balai kota, kemarin. (Munir Abdillah/Radar Semarang)
TURUNKAN SNIPER: Prajurit Yonif 411 mengepung ‘teroris’ yang menyandera wali kota di dalam gedung balai kota, kemarin. (Munir Abdillah/Radar Semarang)

SALATIGA—Balai Kota Salatiga diserang teroris khafilah merdeka. Teroris berjumlah sepuluh orang melumpuhkan ajudan wali kota dengan cepat. Suara dentuman tembakan terdengar di mana-mana. Wali kota berhasil disandera di dalam gedung pemkot.

Mendapat laporan penyanderaan wali kota, Prajurit Yonif 411 segera menerjunkan sniper untuk melumpuhkan teroris. Sniper membuka serangan dengan menembakkan senapan dari jarak jauh, membuat teroris panik. Belum selesai ketakutan teroris, tiba-tiba prajurit lain melempar bom asap berwarna merah. Membuat kondisi kantor Pemkot Salatiga mendadak berwarna merah oleh asap. Kondisi gedung Pemkot semakin mencekam. Suara tembakan terus berdentum silih berganti memekakkan telinga.

Tidak berselang lama prajurit Yonif 411/Raider Kostrad datang menggunakan Helikopter Bell 412 dengan kecepatan tinggi. Lima prajurit dengan sigap melakukan fast roping dari atas helikopter dan mendarat di atas atap gedung pemkot. Lima prajurit segera menyisir atap gedung pemkot memastikan aman. Sedetik kemudian melempar gas asap ke bawah teras dan dalam kantor untuk melumpuhkan jarak pandang teroris. Teroris tambah panik. Jarak pandang yang sudah gelap oleh asap, memudahkan Prajurit Yonif dari darat melakukan eksekusi menembak mati teroris. Wali kota berhasil diselamatkan. Begitu simulasi penyelamatan yang dilakukan oleh prajurit Yonif 411/Raider Kostrad di kantor pemerintah kota. Kegiatan ini untuk melatih kemampuan Rider Kostrad menjaga keamanan Salatiga.

Menurut Letnan Satu Infantri, Antony Manik, simulasi penyelamatan dilakukan oleh satu tim Prajurit Yonif 411/Rider Kostrad yang berisi 26 orang terlatih. Setiap tahun ada latihan khusus untuk prajurit rider, “Pemeliharaan kemampuan prajurit terus kita jaga dengan kegiatan seperti ini, agar ke depan lebih sigap dan baik,” tuturnya.

Komandan Yonif 411, Mayor Nandang Dimyati, menuturkan jika pasukannya berhasil menyelesaikan target dengan baik, hanya lebih 4 menit dari 10 menit yang ditargetkan. “Latihan ini akan terus dilakukan, agar prajurit lebih profesional dalam menggunakan obyek darat dan udara,” terang Mayor Nandang.

Wali Kota Salatiga Yulianto mengapresiasi simulasi penyelamatan yang sangat detail memperkirakan obyek penyelamatan. “Saya bangga Salatiga punya pasukan elit. Semuga ke depannya terus aman,” harapnya. (mg14/1zal)