Balap Liar Marak di Kendal

491
 PROTOLAN : Enam motor yang diamankan Satlantas Polres Kendal dari hasil razia balap liar. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

PROTOLAN : Enam motor yang diamankan Satlantas Polres Kendal dari hasil razia balap liar. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

KENDAL—Aksi balap liar mulai marak di Kendal. Hal itu terbukti dari terungkapnya aksi balap liar oleh jajaran Polres Kendal yang melakukan operasi penyisiran di sejumlah jalan kabupaten. Aksi balap liar paling banyak dilakukan kalangan remaja dan diduga menjadi ajang perjudian. Yakni pada saat malam hari di jalan-jalan yang sepi pelintas. Para pembalap biasanya menutup jalan untuk trek-trekkan.

Dari hasil operasi, Jajaran Polres Kendal berhasil menertibkan sejumlah kendaraan bodong yang digunakan untuk balap liar. Sedikitnya ada enam unit sepeda motor yang dari berbagai jenis yang terjaring dan diamankan aparat kepolisian Satlantas Polres Kendal. Motor-motor tersebut ditertibkan selama kurun waktu tiga hari ini. Kasatlantas Polres Kendal, AKP Dedy Kasiyadi mengatakan sebenarnya ada lebih dari 10 motor yang diamankan petugas. Namun sudah diambil pemiliknya dengan menunjukkan bukti surat kepemilikan seperti STNK dan BPKB. “Sisa enam kendaraan ini sampai saat ini belum diambil oleh pemiliknya. Kemungkinan karena tidak dapat menunjukkan bukti surat kepemilikan. Jadi pemiliknya tidak berani mengambilnya,” ujarnya, Jumat (28/11).

Menurutnya, aksi balap liar yang mulai dilakukan remaja di Kabupaten Kendal memang sudah meresahkan warga. Untuk itu, perlu dilakukan penertiban sekaligus tindakan antisipasif. “Kami melakukan penertiban demi terciptanya situasi dan kondisi yang aman dan nyaman di Kendal,” ujarnya, kemarin.

Dia menyebutkan, pada penertiban sebelumnya yakni dua minggu lalu, anggota Satlantas telah mengamankan setidaknya sembilan sepeda motor yang digunakan untuk balapan liar. Namun, dari hasil penertiban tersebut belum mengindikasikan pelakunya anggota geng motor.

Dalam operasi penertiban balapan liar, lanjut dia, selain menciptakan kondisi aman dan nyaman juga dilakukan guna meningkatkan pengamanan dalam masa akhir tahun dan menjelang pergantian awal tahun.

Selama ini, pelaku balap liar yang terjaring baru sebatas diberi sanksi peringatan berupa teguran dan dilakukan pendataan serta membuat surat perjanjian tidak mengulangi perbuatannya. “Apabila diantara mereka ada yang tertangkap, untuk yang kedua kalinya saat digelar razia maka akan kita ambil tindakan hukum. Tak lagi teguran lisan seperti sebelumnya,” tegasnya.

Kapolres Kendal, AKBP Harryo Sugihhartono menyampaikan pihaknya akan menggelar Operasi Zebra Candi 2014 akan dilaksanakan 14 hari terhitung sejak tanggal 26 November hingga 9 Desember 2014. Dalam kegiatan Operasi Zebra Candi 2014 ini dikerahkan sebanyak 101 personel, namun personel yang masuk dalam anggaran hanya 27 personil. “Operasi Zebra Candi 2014 tersebut, juga salah satu rangkaian kegiatan pengamanan jelang akhir tahun, hari raya Natal dan Tahun Baru 2015,” tandasnya. (bud/ric)