Ganjar Ingin Jabatan Ketua KONI Dilelang

296
Ganjar Pranowo. (DOK/RASE)
Ganjar Pranowo. (DOK/RASE)

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berharap pimpinan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jateng benar-benar orang profesional. Ia meminta agar KONI melakukan promosi terbuka atau lelang jabatan untuk menentukan pimpinan pengurus. Dengan begitu, nanti akan bermunculan dan ditemukan calon pemimpin yang benar-benar profesional dan peduli dengan olahraga.

Menurut Ganjar, pengurus KONI harus memiliki jiwa sepenuh hati peduli terhadap dunia olahraga, tanpa ada tendensi apapun. “Sebenarnya Jawa Tengah olahraganya cukup bagus, tapi belum hebat. Pemprov sudah melakukan lelang jabatan, mbok coba KONI melu-melu. lelang jabatan untuk pimpinan,” kata Ganjar, kemarin.

Ganjar menambahkan, dengan lelang jabatan secara terbuka, maka akan banyak yang mendaftar. Jangan dibatasi dan dilakukan dengan transparan serta terbuka. Dengan begitu, maka akan dikeahui siapa yang benar-benar ingin memajukan olahraga di Jateng. Dalam prosesnya nanti, masyarakat juga akan bisa mengetahui dengan jelas, siapa-siapa yang akan bertarung dalam pimpinan Koni Jateng. “Kalau bisa nanti dilakukan debat kandidat, itu bagus. Jadi bisa diketahui siapa yang perduli olahraga,” imbuhnya.

Ia tidak mempersoalkan, apakah pimpinan KONI dari pengurus lama atau dari luar. Yang jelas, profesional dan bisa memajukan dunia olaharaga di Jateng. Tidak memiliki tendensi apapun, dan hanya memikirkan olaharaga. Ganjar bahkan menginginkan adanya debat kandidat calon ketua KONI untuk membedah visi dan misi ke publik. “Saya tidak bicara pengurus lama atau baru. Yang saya harapkan, pimpinan KONI profesional dan bisa memajukan olahraga di Jateng,” tambahnya.

Ganjar menyayangkan, belum majunya dunia olahraga di Jateng. Ia juga cukup prihatin ketika ada atlet yang sengaja pindah atau dibajak provinsi lain. Ditambah, Jateng tidak memiliki stadion yang cukup bagus. Ganjar mengaku kerap disambati ada atlet pindah daerah gara-gara persoalan ekonomi. “Saya banyak disambati atlet dan Stadion Jatidiri, yang tidak cepat direnovasi. Gak asyik itu,” tukasnya.

Masalah olahraga di Jateng, menurutnya, harus diperhatikan dengan maksimal. Sebab, olahraga di Jateng masih belum maksimal. Inilah tugas pemimpin Koni, agar mampu membesarkan dunia olahraga di Jateng. “Olahraga harus dimajukan, karena ini juga akan membanggakan Jateng,” tambahnya. (fth/smu)