Pedagang Karimata Tak Diajak Rembukan

237

REJOSARI – Pedagang Pasar Karimata mengaku tidak diajak rembukan soal rencana pembuatan tangga menuju lantai dua, termasuk dalam penentuan titik lokasinya. Meski akhirnya titik lokasi tangga disetujui pedagang lantaran adanya desakan supaya para pedagang diminta legawa oleh Pemkot Semarang.

Salah seorang pedagang pakan burung Pasar Karimata, Magdalena, 58, menyesalkan sikap pemkot dalam pembuatan tangga menuju lantai II yang tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu.

”Paling tidak kan ada rembukan dulu. Sebab, lokasi pembuatan tangga berada di depan kios saya. Nantinya tangga tersebut mengganggu berjualan atau tidak? Belum lagi proses pekerjaan pembuatan tangga juga mengganggu atau tidak,” katanya kepada Radar Semarang, Jumat (28/11).

Menurutnya, dirinya mengetahui adanya pembuatan tangga pada saat pekerja membongkar paving yang berada di samping kiosnya. Dengan alasan perbaikan tempat lantaran bangunan paving sudah bergelombang dan perlu diperbaiki.

”Pekerjanya bilang akan memperbaiki paving dengan menambah pasir. Tak tahunya akan dibangun tangga yang letaknya persis di depan kios saya. Ya jelas saya keberatan. Di situ kan buat jualan,” tegasnya.

Meski sempat protes, akhirnya ia menyetujui lantaran terpaksa meskipun masih keberatan. ”Kemarin saya sama pedagang dan ketua paguyuban Pasar Karimata diajak rembugan dengan pegawai Dinas Pasar untuk mencari solusi itu. Akhirnya, saya setuju pembuatan tangga di depan kios saya. Sebenarnya saya masih keberatan,” akunya.

Ketua PPJP Pasar Karimata, Sungatman, mengakui, sebelumnya memang tidak ada pemberitahuan soal rencana pembuatan tangga menuju lantai II tersebut. Meski sempat ditolak pedagang, namun tangga akan tetap dibangun.

”Kemarin saya sama pemilik kios rembukan dengan Dinas Pasar. Saya juga menyarankan supaya pembuatan tangga jangan di titik lokasi itu. Tapi, akhirnya para pedagang diminta legawa dan menyetujui,” katanya.

Kepala Dinas Pasar Kota Semarang Trijoto Sardjoko mengaku pedagang sudah memberikan tempat untuk pembuatan tangga setelah adanya pertemuan antara dinas dengan pedagang.

”Pada pertemuan kemarin sudah ada solusinya. Pedagang minta supaya pembuatan tangga agak lebih maju sedikit supaya tidak mengganggu aktivitas jual belinya. Lalu pihak dinas juga sudah menuruti permintaan pedagang tersebut. Jadi nantinya tangga itu secepatnya akan dibangun,” katanya. (mg9/aro/ce1)