Pencabutan Subsidi FLPP Direvisi

323

SEMARANG – DPD REI Jateng menyambut baik kebijakan Menteri Perumahan yang akan melanjutkan program-program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Salah satunya adalah merevisi rencana pencabutan subsidi bagi rumah tapak.

“Sebelumnya direncanakan per 1 April 2015, subsidi untuk tumah tapak akan dicabut, dan dialihkan khusus ke rumah susun. Oleh menteri yang baru, peraturan ini dicabut alias tidak jadi,” ujar Ketua DPD REI Jateng MR Priyanto, kemarin.

Menurutnya, hal ini memberikan angin segar bagi masyarakat serta pengembang. Sebab, menurutnya sejauh ini kebutuhan akan rumah susun baru sebatas di kota-kota besar, sedangkan untuk daerah masih membutuhkan rumah tapak. “Rumah susun yang di tengah kota harganya sekitar Rp 200 juta. Sedangkan rumah tapak di daerah hanya Rp105juta. Terpautnya jauh, kalau diterapkan di daerah, jadinya malah tidak tepat sasaran. Beda halnya di kota-kota besar yang sudah kesulitan lahan,” jelasnya.

Dengan pencabutan peraturan tersebut, lanjutnya, juga akan menggairahkan pengembang untuk kembali membangun rumah FLPP. Sehingga dapat membantu mengurangi kekurangan jumlah rumah, khususnya untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Sebelumnya pengembang meraskaan terlalu berat bila harus bangun rumah FLPP tapi tanpa subsidi. Terlebih dengan harga tanah serta harga bahan bangunan yang terus naik. Padahal harga rumah dibatasi. “Karena itu kami sambut baik revisi pencabutan subsidi tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, hingga November ini, REI Jateng baru mencapai pembangunan perumahan hingga 5.600 unit, masih jauh dari target sebanyak 10.000 unit. Beberapa hal di atas menjadi kendala dari belum tercapainya target. “Kendati demikian dalam dua bulan terakhir ini kita upayakan pembangunan bisa sama dengan tahun sebelumnya, yaitu sebanyak 7.500 unit,” tandasnya. (dna/smu)