Penjaga Palang JPL Divonis 17 Bulan

289

KENDAL—Pengadilan Negeri (PN) Kendal menjatuhkan vonis satu tahun lima bulan (17 bulan) penjara kepada terdakwa penjaga jalan pintu perlintasan (JPL) kereta api, Mustagfirin. Yakni atas kasus tabrakan antara kereta Api Kaligungmas dengan kereta mini di JPL Desa Karanganom, Weleri.

Oleh majelis hakim, Mustgfirin dinilai lalai dalam bertugas sehingga mengakibatkan dua korban meninggal dunia dan belasan luka berat dan ringan. Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 359, Pasal 360 ayat 1 dan 2 tentang kelalaian yang mengakibatkan korban meninggal, luka berat dan ringan.

Majelis hakim yang dipimpin Dian Erdianto didampingi dua hakim anggota yakni, Jeni Nugroho dan Kurniawan Wijonarko mengatakan putusan tersebut dilandasi pertimbangan hal-hal memberatkan dan meringankan. Hal meringankan, terdakwa mengakui dan menyesali perbuatannya. Hal memberatkan yaitu kelalaian terdakwa mengakibatkan dua korban meninggal dunia.

Jaksa penuntut umum, Erni Trismayanti mengatakan vonis tersebut lebih ringan tujuh bulan ketimbang tuntutannya. Sebab sebelumnya, jaksa menuntut pidana dua tahun penjara kepada majelis hakim. “Meski lebih ringan, kami menerima,” ujarnya, Jumat (28/11).

Dari bukti di persidangan, lanjut Erni, terdakwa terbukti lalai karena telah membuka palang JPL di Desa Karanganom, Weleri. Padahal Mustagfirin mengetahui akan ada dua kereta yang akan melintas. Yakni dari timur melintas Kereta Api barang pengangkut peti kemas dan dari arah barat akan melintas kereta api Kaligungmas. “Pada saat kereta barang melintas, Mustagfirin membuka palang JPL. Karena palang pintu dibuka, pengguna jalan menyeberang JPL termasuk kereta mini yang berpenumpang belasan orang juga ikut melintas,” jelasnya.

Padahal dari arah barat akan melintas kereta Kaligungmas. Saat kereta mini menyeberang, Mustgfirin menutup palang JPL. “Akibatnya kereta mini tidak bisa keluar dan penumpang tertabrak kereta Kaligungmas dari arah barat,” tandasnya. Kecelakaan yang tak terhindarkan pada 19 Maret lalu itu mengakibat 2 orang meninggal seketika dan belasan penumpang kereta mini lainnya mengalami luka berat dan ringan.

Menanggapi putusan tersebut, terdakwa Mustagfirin didampingi kuasa hukumnya Afrizal menyatakan pikir-pikir, apakah akan menerima putusan atau menolak dengan menyatakan banding ke Pengadilan Tinggi Jateng. “Pikir-pikir dulu yang mulia majelis,” katanya. (bud/ric)