Potensi Jateng Butuh Peran Media Massa

381

SEMARANG – Meski agenda Visit Jateng sudah berlalu, pemerintah tetap menghelat gelaran yang mempromosikan potensi-potensi daerah di Jateng. Seperti pameran pariwisata, perdagangan, dan seni budaya di DP Mal, kemarin. Dalam ekspo yang diikuti sebanyak 20 stan tersebut, beberapa destinasi wisata dan produk unggulan di beberapa daerah dipamerkan.

“Selain untuk menarik wisatawan dari daerah lain untuk berkunjung ke Jateng, juga mempromosikan potensi lokal,” papar Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jateng Trenggono.

Pihaknya menerangkan, Jateng tak hanya unggul di destinasi wisatanya. Beberapa festival seni, sport event, serta Meeting, Incentive, Exhibition and Event (MICE) juga patut diperhitungkan. “Bahkan Kota Semarang dan Kota Solo sudah ditetapkan sebagai Kota MICE,” ungkapnya.

Meski begitu, Trenggono mengakui, Jateng selama ini hanya sebagai wisata ‘ampiran’. Bukan tujuan. Karena itu, butuh sinergi dari banyak pihak untuk mempromosikan dan memperkenalkan potensi daerah. Media dalam hal ini memegang peranan tidak sedikit.
“Tanpa media, sektor wisata dan potensi unggulan yang bagus seperti ini, tentu tidak akan diketahui warga,” tukasnya.

Dalam ekspo kali ini, terdapat pula stan dari luar Jateng. Direktur PT Samudra Langit Sembilan Deri Samudra mengaku, pihaknya memang banyak memberikan inisiatif kegiatan ekspo wisata seperti ini. Bahkan seluruh daerah di Indonesia nantinya akan diberi kesempatan untuk mengikuti ekspo serupa. “Kekayaan budaya dan destinasi wisata di Indonesia sangat banyak, harus dieksplor dan dipromosikan agar dapat dinikmati banyak orang yang nantinya akan mengundang devisa masuk,” tegasnya.

Pameran ini sendiri tidak hanya diikuti oleh kabupaten/kota di Jateng. Ada yang dari Lampung. Kota di Sumatra ini menyajikan pesona batik dan tenun ikat. Sementara di stan Kabupaten Cirebon ditawarkan investasi yang cukup menjanjikan. Stan asal Nusa Tenggara Barat (NTB, menampilkan kekayaan wisata daerah tersebut yang didominasi wisata pantai dan gunung. “Kami juga membawa kekayaan lokal yakni mutiara air tawar, air laut dan air payau. Kualitas mutiara kami tidak kalah dengan daerah penghasil mutiara lainnya di Indonesia,” kata Agus Budi, staf Disbudpar NTB.

Diakui, pesona Gunung Rinjani memang masih menjadi daya tarik utama. Bahkan warga Kota Semarang yang berlibur ke NTB, makin hari jumlahnya makin banyak. (mg16/smu)