Siswa SD Tewas di Kolam Retensi

291

KALIGAWE – Nasib tragis dialami Hadi Arya Loga, 10, warga Rumah Susun Kaligawe, Semarang. Siswa kelas 3 SD Negeri Kaligawe itu ditemukan tewas tenggelam saat berenang di proyek kolam retensi Muktiharjo Kidul, Jumat siang (28/11).

Informasi yang dihimpun Radar Semarang menyebutkan, Arya saat itu sedang bermain bersama dua temannya di kolam penampungan yang masih dalam proses pembangunan tersebut.

Menurut salah seorang saksi mata Saiful Anwar, pekerja proyek setempat, insiden maut itu terjadi sekitar pukul 09.00. ”Korban datang bersama dua temannya. Lalu terjun untuk berenang di kolam retensi tersebut. Memang anak-anak sekitar sudah biasa main di sini,” kata Saiful.

Dikatakan Saiful, diduga korban tidak bisa berenang. Sehingga saat terjun di kolam berkedalaman 2 meter itu, korban tenggelam. Sedangkan dua rekan korban lolos dari maut setelah berhasil menyelamatkan diri. ”Dua temannya tidak bisa menolong korban, kemudian melaporkan kepada para pekerja proyek,” ujarnya.

Praktis, kejadian tersebut membuat gempar warga sekitar. Setelah menerima laporan, sejumlah petugas Polsek Pedurungan dan petugas gabungan Basarnas dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang melakukan pencarian. Sekitar 1 jam dilakukan penyisiran, akhirnya tubuh anak kelima dari enam bersaudara pasangan Budiyono dan Tun itu berhasil ditemukan sudah tak bernyawa.

Jenazah bocah itu kemudian dievakuasi ke musala Blok C Rumah Susun Kaligawe Semarang. ”Korban sudah disemayamkan,” kata Humas Basarnas Kantor SAR Semarang, Aris Triyono.

Basarnas mengimbau kepada warga untuk lebih waspada. Apalagi saat ini musim penghujan sudah datang. ”Saluran air akan mulai terisi, sungai-sungai juga airnya deras. Warga harus berhati-hati jika beraktivitas di sekitar saluran air,” pesannya.

Lebih lanjut, kata Aris, orang tua yang mempunyai anak kecil diminta memberi pengawasan terhadap anak-anaknya. ”Biasanya anak kecil suka bermain di selokan dan saluran air. Apabila hujan semakin deras, anak-anak lebih baik diminta untuk berhenti bermain,” imbuhnya.

Kapolsek Pedurungan AKP Hendra mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan saksi-saksi, kejadian ini akibat korban tidak bisa berenang. ”Tidak ada unsur pidana,” katanya. (mg5/aro/ce1)