Desa Rempah Topang Perekonomian Warga

403
PEMBERDAYAAN: CEO PT Sido Muncul Irwan Hidayat dan Bupati Boyolali melakukan penanaman bibit rempah-rempah di Desa Gladaksari, Kecamatan Ampel, Boyolali, Sabtu (29/11). (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
PEMBERDAYAAN: CEO PT Sido Muncul Irwan Hidayat dan Bupati Boyolali melakukan penanaman bibit rempah-rempah di Desa Gladaksari, Kecamatan Ampel, Boyolali, Sabtu (29/11). (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
PEMBERDAYAAN: CEO PT Sido Muncul Irwan Hidayat dan Bupati Boyolali melakukan penanaman bibit rempah-rempah di Desa Gladaksari, Kecamatan Ampel, Boyolali, Sabtu (29/11). (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

BOYOLALI – Dua desa yakni, Desa Gladaksari dan Desa Kaligentong, Kecamatan Ampel, Boyolali, dicanangkan sebagai Desa Rempah dan Wisata oleh Bupati Boyolali Seno Samudro. Pencanangan dilaksanakan oleh Bupati dan CEO PT Sido Muncul Irwan Hidayat, ditandai dengan penanaman berbagai tumbuhan rempah Sabtu (29/11) lalu.

Bupati menyatakan sangat mengapresiasi dan mendukung dicanangkannya kedua desa ini menjadi desa rempah dan wisata. Pihaknya akan mendukung melalui alokasi dana APBD sehingga perekonomian masyarakat dapat berkembang.

Sebelumnya di wilayah Kabupaten Boyolali, yakni di Desa Samiran, Kecamatan Selo, juga telah dicanangkan menjadi desa wisata, dengan ditanami berbagai jenis buah-buahan. Program tersebuh dinilai akan mampu meningkatkan enokomi masyarakat dan juga mengurangi lahan tidur. “Masyarakat bisa mengolah dan memberikan sesuatu yang kreatif untuk kemajuan desa. Nantinya juga akan berdampak baik bagi Boyolali. Jika masyarakat siap, saya pun siap mengucurkan dana. Namun tentunya harus dikelola dengan baik,” tegasnya.

CEO PT Sido Mucul Irwan Hidayat menandaskan, pencanangan Desa Rempah ini diharapkan akan menjadi program pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan perekonomian warga desa dengan memanfaatkan dan memaksimalkan lahan, baik lahan kosong, lahan tidak produktif, maupun lahan produktif dengan cara tumpangsari. “Program ini tidak hanya memberikan bibit tanaman rempah sebagai bahan jamu kepada petani dan warga, tapi juga disertai pembinaan dan penyuluhan saat panen, pemeliharaan hingga pascapanen. Dengan adanya desa rempah ini diharapkan kebutuhan bahan baku jamu di pabriknya mencapai rata-rata 60 ton per hari, itu dapat tercukupi,” jelasnya.

Di kedua desa ini, lanjut Irwan, juga akan dilakukan penyuluhan dan pembinaan pembuatan pupuk organik, serta bantuan alat pemotong singkong untuk pembuatan keripik singkong. Hal ini mengingat kedua desa itu merupakan penghasil singkong. Untuk rempah, Desa Gladagsari dan Kaligentong akan menjadi desa rempah yang membudidayakan tanaman kayu manis dan jahe, sedangkan di Desa Gondoriyo fokus pada budidaya kayu ules dan kunyit. ”Selain budidaya jahe dan kayu manis, kami juga membina warga desa untuk mengembangkan produk makanan olahan keripik singkong dan kerajinan lainnya. Memberi penyuluhan soal pemasaran, packaging dan lain-lain. Untuk ruang pamer, kami bantu melalui hotel kami agar menarik wisatawan,” ujar Irwan.

Kepala Desa Gladagsari Edi Suryanto mengaku senang desanya terpilih menjadi desa rempah dan wisata. desanya memiliki potensi wisata yang cukup baik. Selain potensi seni tradisi, tercatat desanya sudah meraih beberapa penghargaan tingkat nasional. Antara lain meraih juara satu pemberdayaan pekarangan tingkat nasional tahun 2007 dan juara dua olahan singkong tingkat nasional tahun 2011. “Kami siap mengembangkan budidaya jahe dan kayu manis. Semua warga sangat antusias dan mendukung program ini,” tandasnya (dit/smu)