Hajar Anak Kandung, Ayah Ditangkap

336

WONOSOBO – Entah apa yang melintas dalam benak Slamet, 50, warga Kelurahan Sumberan Barat, Wonosobo. Kemarin (30/11) pagi selepas turun naik ojek, bersama anak kandungnya Eri Purwaningsih berusia 2 tahun, tiba-tiba seperti orang kerasukan setan. Dia memukul anaknya dengan helm, kemudian membenturkan kepala sang anak ke tiang besi. Akibatnya Slamet diamankan oleh polisi.

Informasi yang dihimpun di lokasi, kasus penganiayaan oleh Slamet terhadap anak kandungnya berlangsung pagi sekitar pukul 10.00. Saat itu, Slamet bersama anaknya, Eri Purwaningsih baru saja bepergian dengan naik ojek.

Saat sampai di pangkalan ojek Sumberan Barat, Slamet bergegas turun kemudian menghajar anaknya yang masih balita. Dia memukul kepala sang anak menggunakan helm, kemudian membenturkan kepala anaknya ke besi tiang listrik. Melihat kejadian ini, para pengojek bergegas melerai.

“Kebetulan saya sedang melintas, saya koordinasi dengan polres kemudian membawa anaknya ke Rumah Sakit Adina,” ujar Kepala Kesbangpolinmas Wonosobo Hadi Susilo yang menjadi saksi mata.

Hadi menuturkan, akibat dihajar oleh bapaknya, Eri mengalami luka pada bagian kepala, keluar darah cukup banyak. Selain itu, bocah malang itu juga mengalami trauma, menangis berkepanjangan.
“Saya juga koordinasi dengan bagian perlindungan anak agar anak didampingi,” katanya.

Camat Wonosobo Faishal RB mengungkapkan, Slamet diketahui sehari-hari pengangguran. Warga tidak tahu persis apa yag melatarbelakangi pelaku tega menyiksa anaknya sendiri. Sedangkan ibu kandung Eri, kemungkinan ada di Kertek. Dari informasi beberapa tukang ojek, kemungkinan kedua orang tua Eri sudah berpisah.

“Tidak banyak yang mengetahui keluarga Eri yang lain. Slamet diketahui baru pindah beberapa bulan ke Sumberan Barat,” ujarnya.

Kondisi Eri sendiri, saat dibawa ke RSIA Adina, cukup mengenaskan, kepalanya berdarah. Eri histeris dan menangis setiap bertemu orang. Setelah ditenangkan pihak RSIA Adina barulah bisa tenang. Bahkan dua jam setelah dibawa ke RSIA Adina, ia sudah mau makan dan tertawa dengan orang-orang yang ada di sekitarnya.

Kepala Bagian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Setda Wonosobo, Siti Nuryanah menyampaikan, untuk sementara Eri akan dirawat selama beberapa hari di RSIA Adina, sampai luka-lukanya sembuh.

“Setelah luka fisik sembuh, Eri akan ditampung sementara di UPIPA, untuk mengembalikan kondisi mental dan psikis Eri agar tidak tidak terjadi trauma di masa depan, sembari menunggu konfirmasi dari pihak keluarga,” bebernya.

Sedangkan untuk Slamet, pihaknya masih menunggu proses dari pihak kepolisian. Kemungkinan Slamet bisa dikenai pasal-pasal penganiayaan anak seperti yang diatur dalam pasal 351 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan pasal 80 ayat (1) UU Perlindungan Anak dengan hukuman pidana penjara sekitar 1 sampai 3,5 tahun. (ali/lis)