Permintaan Pertamax Meningkat

391
 PERNJUALAN NAIK: Sejumlah anggota Polres Temanggung antre membeli Pertamax di SPBU Kowangan. (ABAZ ZAHROTIEN/RADAR KEDU)

PERNJUALAN NAIK: Sejumlah anggota Polres Temanggung antre membeli Pertamax di SPBU Kowangan. (ABAZ ZAHROTIEN/RADAR KEDU)

TEMANGGUNG—Permintaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Temanggung meningkat. Selisih harga antara BBM subsidi dan nonsubsidi yang tak terlalu besar menjadi pemicunya.

Dani Setiawan, penanggung jawab SPBU Manding mengatakan, pada Selasa (25/11) hingga Rabu (26/11) lalu sempat kehabisan stok Pertamax. “Pasokan sebenarnya lancar. Hanya saja memang ada peningkatan konsumsi pertamax, jadi lebih cepat habis,” katanya.

Ia menyebutkan, sebelum kenaikan harga BBM jenis solar dan premium, ia dipasok 8 kiloliter Pertamax yang baru habis setelah 12 hari. Tapi saat ini, jatah tersebut sudah habis dalam 8 hari. “Sekarang rata-rata konsumsi Pertamax mencapai 1.000 liter per hari. Sebelumnya kami tidak pernah kehabisan Pertamax. Ini karena ada peningkatan konsumsi,” kata Dani.

Saat ini, harga 1 liter Pertamax Rp 10.600, turun Rp 200 dari harga sebelumnya. Sementara harga Premium Rp 8.500. Selisih harga kedua jenis BBM ini hanya Rp 2.100 per liter.

Pengawas SPBU Kowangan, Adi Purwanto, mengatakan, SPBU yang dikelolanya juga mengalami hal yang sama. Penjualan Pertamax meningkat antara 25 persen dari sebelum kenaikan harga BBM bersubsidi. (zah/ton)