Sampah Terminal Sukorejo Dikeluhkan

356
MENUMPUK : Sampah di Terminal Sukorejo menumpuk dan meluber ke jalan-jalan mengakibatkan kumuh dan bau menyengat. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
 MENUMPUK : Sampah di Terminal Sukorejo menumpuk dan meluber ke jalan-jalan mengakibatkan kumuh dan bau menyengat. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

MENUMPUK : Sampah di Terminal Sukorejo menumpuk dan meluber ke jalan-jalan mengakibatkan kumuh dan bau menyengat. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

KENDAL— Penumpukan sampah di samping Terminal Sukorejo kondisinya sangat memprihatinkan. Sebab, tidak ada pengelolaan sehingga sampah menumpuk dan meluber ke pelataran terminal.

Tumpukan sampah diketahui berasal Pasar Sukorejo. Selain itu, juga dari masyarakat sekitar yang ikut membuang sampah di tempat tersebut. Akibatnya, bau menyengat menyebar hingga kemana-mana. Hal tersebut tentu saja mengganggu bagi para penumpang angkutan maupun pengunjung pasar.

Salah seorang penumpang di Terminal Sukorejo, Farida, 23 mengaku prihatin dengan adanya sampah yang ada di samping terminal. Sebab kondisi sampah sudah menyebar hampir di setiap sudut terminal maupun ke jalan-jalan. “Masih ditambah dengan guyuran hujan, membuat bau sampah semakin menyengat,” keluhnya, Minggu (30/11).

Menurutnya, kondisi tersebut sudah berjalan lama. Tidak hanya petugas sampah pasar saja. Tapi masyarakat sekitar pasar dan terminal juga ikut membuang sampah di terminal. “Sementara tidak ada petugas pengangkut sampah dari terminal ke tempat pembuangan akhir (TPA), jadi sampah dibiarkan disini,” katanya.

Diakuinya, sampah yang meluber hingga ke jalan-jalan dan bau sampah tersebut sangat mengganggu. Selain itu menjadikan terminal terkesan kumuh dan bau. “Padahal kalau kotor seperti ini membuat berbagai penyakit mudah menyerang,” tandasnya.

Keluhan serupa juga dikatakan Hidayat, 58, warga sekitar terminal. Ia mengatakan permasalahan mengenai sampah sebenarnya sudah jauh-jauh hari diperhatikan. Kendala yang dihadapi saat ini yakni mengenai minimnya sarana prasana dan jumlah petugas kebersihan. “Mestinya, kantong-kantong bak sampah yang ada di sepanjang terminal dengan pasar harus ditambah. Selain itu, petugas kebersihan juga kurang dan perlu ditambah. Ketika ada truk sampah, bisa langsung diangkut ke TPA,” katanya.

Dikatakannya armada pengangkut sampah yang ada di Kecamatan Sukorejo hanya ada satu unit. Itu pun hanya beroperasi satu kali per hari. Padahal, jumlah sampah yang dihasilkan dari Pasar maupun warga lebih dari satu truk. “Hasilnya tentu saja sisa sampah yang tidak terangkut lama-lama menumpuk,” paparnya.

Karenanya perlu penambahan armada pengangkut sampah dan load bak sampah. Sehingga sampah tidak ada yang tercecer di luar. “Bukan hanya load bak sampah saja, keterbatasan personel juga menjadi kendala. Jadi perlu menambah petugas kebersihan pasar dan terminal,” jelasnya.

Terpisah, Camat Sukorejo Tri Purwanto membenarkan keterbatasan personel petugas kebersihan dan armada pengangkut sampah. “Selain itu juga kurang sarana prasarana pendukung sampah seperti kantong atau load bak sampah juga kurang kurang,” katanya.

“Sebenarnya untuk masalah sampah yang ada dikawasan terminal Sukorejo, setiap hari sudah ada petugas yang menanganinya. Sampah-sampah itu diangkut dan dibawa ke TPA Pageruyung,” katanya.

Ia mengaku sebenarnya prioritas armada pengangkut sampah sudah pernah diusulkan warga dan sudah ditempuh dengan melakukan koordinasi dengan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang. “Hasilnya katanya pemenuhan armada akan dicukupi pada 2015 mendatang,” tambahnya. (bud/ric)