Unas Online Dianggap Prematur

334

”Tidak semua siswa menguasai perangkat pelaksanaan sistem online ini. Sekarang siswa yang masih belum bisa komputer pasti juga ada. Kalau begitu bagaimana?” Prof Mungin Eddy Wibowo. Pakar Pendidikan Unnes

CANDISARI – Pelaksanaan Ujian Nasional (unas) pada tahun ajaran 2014/2-15 akan menggunakan sistem online. Unas SMA yang akan dilaksanakan pada Maret tahun mendatang, nampaknya akan menjadi pembuktian sistem unas ini.
Meski begitu, beberapa pihak masih mempertanyakan kesiapan unas model online ini. Seperti Pakar Pendidikan Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Mungin Eddy Wibowo. Menurutnya, fasilitas di setiap sekolah yang tidak merata akan menjadi kendala dalam pelaksanaan model ujian ini. ”Setiap sekolah, apalagi swasta di pinggiran akan mengalami kesulitan terkait fasilitas. Selain itu, tidak semua siswa menguasai perangkat pelaksanaan sistem online ini. Sekarang siswa yang masih belum bisa komputer pasti juga ada. Kalau begitu bagaimana?,” ujar Mungin kepada Radar Semarang, Minggu (30/11).

Dikatakan Mungin, pelaksanaan menggunakan sistem online memang sangat bagus selain meminimalisisr terjadinya kekurangan, hasilnya pastinya juga harus dapat dilihat. Namun menurutnya penggunaan sistem online dalam unas masih terlalu tergesa-gesa atau prematur. Hal tersebut dikarenakan fasilitas sekolah yang hingga kini belum merata. ”Sekolah pinggiran swasta apakah juga punya fasilitas yang memadai, itu kan sebuah permasalahan yang seharusnya dipecahkan dahulu. Setelah itu selesai, barulah pelaksanaan unas menggunakan sistem online ini baru dapat dilaksanakan,” katanya.

Selain fasilitas, model pembelajaran guru dalam hal ini juga haruslah diubah. Menurutnya, banyaknya guru yang masih belum melek teknologi, kondisi itu bisa menjadi penghambat serius dalam pembelajaran yang maksimal. ”Guru-guru produk lama, model pengajarannya masih menggunakan sistem konvensional. Meski menurut mereka itu merupakan yang terbaik namun hal tersebut tidak dapat mengajarkan murid bagaimana menyikapi perkembangan teknologi yang maju pesat seperti sekarang ini,” lanjutnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Bunyamin mengatakan penggunaan sistem online dalam unas merupakan sebuah kemajuan yang memang patut untuk diapresiasi semua pihak. ”Ini tetap akan kita lakukan evaluasi. Apakah ini nanti dapat diterapkan dengan baik atau malah justru lebih baik jika menggunakan model konvensional yaitu model lama,” kata Bunyamin.

Terkait dengan masih belum meratanya fasilitas di setiap sekolah, ujar Bunyamin, pihak pemkot akan mengupayakan pelaksanaan unas dapat berjalan dengan lancar. ”Sekolah-sekolah yang fasilitasnya kurang, dapat melakukan unas di sekolah yang fasilitasnya mumpuni. Sementara seperti itu dulu. Seperti halnya pelaksanaan ujian CPNS yang juga dilakukan menggunakan model tersebut,” ujarnya. (ewb/zal/ce1)