2015 Penjualan Properti Tetap Prospektif

336

SEMARANG – Rumah sudah menjadi kebutuhan yang harus dibeli. Karena itu permintaan rumah baru pada tahun 2015 diperkirakan akan tetap prospektif, meski akan terjadi kenaikan harga akibat pengaruh kenaikan BBM.

Menurut General Manager BSB Village, Nur Cahyo Wivowo, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pasti akan berpengaruh terhadap kenaikan harga bahan material, sehingga mau tidak mau pengembang akan menaikkan harga jual rumah.

Saat ini, diakui harga rumah masih dalam tahap evaluasi dan belum naik. Karena itu, menurut Nur Cahyo, menghadapi kenaikan harga, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk membeli rumah sebelum harga naik.

Untuk penjualan, lanjut Nur Cahyo, rumah kelas menengah dengan harga mulai Rp 250 juta akan banyak dicari konsumen. Untuk itu BSB Village akhir tahun ini mengembangkan rumah tipe menengah dengan luas tanah mulai 130 meter persegi. Pengembangan akan dilakukan di daerah Cangkiran dengan luas lahan sekitar 65 hektare. “Paling dicari nanti adalah rumah tipe menengah, karena segmen tersebut tidak terpengaruh kenaikan harga BBM bersubsidi. Untuk itulah BSB Village akhir tahun ini akan membangun sekitar 2.000 unit rumah kelas menengah dengan berbagai tipe,” jelas Nur Cahyo.

Pada tahap awal, rumah yang akan dibangun sekitar 236 unit, di cluster Aurora. Namun peminat mencapai 370 orang, sehingga yang melakukan transaksi lebih awal yang mendapat alokasi pertama, dan sisanya akan dipenuhi pada pembangunan tahap kedua.

Pada tahap awal ini akan dibangun rumah tipe aster, edelwais dan tulip. Selain membangun rumah hunian di lokasi perumahan tersebut juga dilengkapi dengan lahan edukasi, komersial dan club house.

Dipilihnya wilayah Cangkiran dikarenakan, di wilayah Semarang Barat terdapat 5 zona industri, sehihngga selain membidik masyarakat kota Semarang, perumahan ini untuk membidik para pekerja yang ada di lima kawasan industry tersebut. “Kami optimistis, hingga akhir tahun 200 unit rumah akan terjual, ini dapat terlihat saat masyarakat mengunjungi, louncing perdana yang digelar di Santika premiere, banyak konsumen yang langsung melakukan transaksi. Hasil transaksi juga diluar dugaan karena mampu mencapai penjualan Rp 40 miliar dalam sehari,” jelas Nur Cahyo. (tya/smu)