Ada 57 Kasus HIV/AIDS di Demak

467
AJAK UNTUK PEDULI : Aktivis LSM Gapoera Peduli AIDS membagikan gantungan kunci dan leaflet kepada para PNS di Alun-Alun Demak, kemarin. (Wahib pribadi/radar semarang)
 AJAK UNTUK PEDULI : Aktivis LSM Gapoera Peduli AIDS membagikan gantungan kunci dan leaflet kepada para PNS di Alun-Alun Demak, kemarin. (Wahib pribadi/radar semarang)

AJAK UNTUK PEDULI : Aktivis LSM Gapoera Peduli AIDS membagikan gantungan kunci dan leaflet kepada para PNS di Alun-Alun Demak, kemarin. (Wahib pribadi/radar semarang)

DEMAK- Grafik penderita HIV/AIDS di Demak terus naik dari tahun ke tahun. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Demak, pada 2014 antara Januari hingga November ini tercatat ada 57 kasus. Yakni, 53 penderita HIV dan 4 lainnya mengidap AIDS. Bila dijumlah keseluruhan, saat ini penderita HIV/AIDS sudah mencapai angka 206 orang. Yaitu, 136 kasus HIV dan 73 kasus AIDS.

Mereka tersebar di 14 kecamatan. Yang mencengangkan, golongan umur yang terserang penyakit mematikan itu adalah sebagian besar adalah berusia produktif, antara 26 hingga 46 tahun (57 persen). Sebagian penderita bekerja sebagai wiraswasta, pedagang, wanita pekerja seks (WPS) dan ibu rumah tangga.

Kepala Dinkes dr Iko Umiyati melalui Kabid Pencegahan Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P3PL), Heri Winarno mengatakan, penanggulangan HIV/AIDS tersebut memerlukan keterlibatan banyak elemen masyarakat. Dengan demikian, mereka bisa mencegah dan melindungi diri dari bahaya penyakit yang menggerus kekebalan tubuh itu. Kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan. Sebab, semua kecamatan telah terjangkiti. Temuan kita, penderita ini bukan warga Demak saja, tapi ada juga yang dari luar daerah. Paling banyak yang kena itu laki-laki (55 persen). Ini terkait perilaku. Karena itu, orang tua turut berperan mencegahnya,” katanya.

Sementara itu, untuk mencegah penyakit tersebut, kemarin, aksi peduli HIV/AIDS di Demak digelar kalangan aktivis LSM Gapoera, Dinkes, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dan elemen lainnya. Mereka membagikan pin, gantungan kunci dan leaflet yang intinya tentang upaya pencegahan AIDS. Ketua Dewan Pembina LSM Gapoera Peduli AIDS, Sri Hartanto mengungkapkan, pihaknya terus melakukan pendampingan pada para penderita supaya mereka tidak dikucilkan atau didiskriminasi masyarakat lainnya. “Jangan sampai mereka mengalami stigma atau diskriminasi. Itu tujuan kita yang selalu mendampingi para penderita HIV/AIDS ini,” katanya.

Sri Hartanto mengingatkan bahwa penyebaran HIV/AIDS makin meluas sehingga perlu kepedulian bersama. Sekretaris KPA Demak, H Zaenudin menambahkan, para penderita HIV/AIDS sebagian diantaranya pelaku heteroseks atau menikmati seks dari hasil jajan di sembarang tempat, termasuk di lokasisasi. Selain itu, ada pula kategori mereka yang menamakan diri laki-laki seks laki-laki (LSL).

Di Demak, sebelum kencan, biasanya komunitas LSL ini suka berkumpul dulu di suatu tempat, seperti di sepanjang tepian jalan depan Pendopo Kabupaten dan di kawasan Alun-Alun, termasuk di bawah pohon beringin. “Mereka berkumpul disana setelah itu kencan. Soal tempat dimana kencannya kita tidak tahu,” ujarnya.

Selain itu, komunitas Pekerja Seks Komersial (PSK) banyak tersebar di beberapa tempat, diantaranya di lingkar selatan Kota Demak, di deretan warung liar ada yang menjadi tempat mangkal. Hal serupa juga ada di wilayah Stasiun Brumbung, Kecamatan Mranggen. Mereka yang mengidap HIV/AIDS sejauh ini masih melayani para pria hidung belang. Kondisi demikian, mereka sangat leluasa menularkan penyakit yang masih sulit penangkalnya tersebut. (hib/ric)