Dibuka Jokowi, Pertemuan Kasatwil Telan Rp 2,5 M

382
CEK KESIAPAN: Asisten Operasi Kapolri, Irjen Pol Arif Wahyunandi (dua dari kiri) saat mengecek kesiapan pelaksanaan Apel Kasatwil se-Indonesia di Akpol Semarang yang akan dihadiri Presiden Jokowi hari ini. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
 CEK KESIAPAN: Asisten Operasi Kapolri, Irjen Pol Arif Wahyunandi (dua dari kiri) saat mengecek kesiapan pelaksanaan Apel Kasatwil se-Indonesia di Akpol Semarang yang akan dihadiri Presiden Jokowi hari ini. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

CEK KESIAPAN: Asisten Operasi Kapolri, Irjen Pol Arif Wahyunandi (dua dari kiri) saat mengecek kesiapan pelaksanaan Apel Kasatwil se-Indonesia di Akpol Semarang yang akan dihadiri Presiden Jokowi hari ini. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

GAJAHMUNGKUR – Pertemuan Kepala Kesatuan Wilayah (Kasatwil) se-Indonesia yang akan dihelat di Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Selasa (2/12) hari ini, menelan biaya hingga Rp 2,5 miliar. Dana tersebut berasal dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) APBN. Acara ini akan dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Para perwira dan petinggi kepolisian se-Indonesia bakal tumplek-blek di acara tersebut. Secara rinci, peserta yang hadir terdiri atas 31 kapolda dan 452 kapolres dari seluruh Indonesia.

Asisten Operasi Kapolri, Irjen Pol Arif Wahyunandi mengatakan, acara berlangsung mulai Senin (1/12) kemarin, yakni registrasi peserta. Pembukaan Apel Kasatwil dimulai Selasa (2/12) hari ini hingga Jumat (5/12) mendatang, merupakan kegiatan rutin tahunan polri dan sudah direncanakan setahun sebelumnya. ”Apel ini diikuti 31 kapolda, dan 452 kapolres. Kalau total peserta sekitar 600 orang,” beber Arif kepada Radar Semarang.

Dikatakannya, Apel Kasatwil ini dibiayai anggaran DIPA APBN. ”Anggarannya Rp 2,5 miliar untuk lima hari,” ujarnya.

Kenapa memilih lokasinya di Akpol? Arif menjelaskan, Akpol merupakan tempat di mana para perwira polisi dididik kali pertama. Lebih lanjut dikatakan Arif, yang terpenting dalam pertemuan Kasatwil ini adalah memantapkan terkait manajerial bagi setiap kepala satuan wilayah.

”Kapolda sebagai manajer, kapolres sebagai manajer. Mereka sebagai administratur yang bertanggung jawab tentang akuntabilitas, baik sumber daya personel maupun anggaran di setiap polres dan polda masing-masing,” katanya.

Apel Kasatwil ini akan melakukan konsolidasi mengenai program 1 tahun ke depan dengan dihadiri Presiden Joko Widodo. ”Presiden akan memberikan gambaran kepada kami semua. Setiap kapolres akan menjelaskan persoalan-persoalan di setiap wilayah masing-masing,” ujarnya.

Presiden juga akan memberikan gambaran soal tantangan yang akan dihadapi Indonesia mendatang. Selain itu juga akan membahas persiapan pengamanan dalam penyelenggaraan 207 pemilihan kepala daerah (Pilkada) pada 2015 di seluruh Indonesia. ”Selain presiden, juga akan hadir empat menteri,” imbuhnya.

Selain itu, hingga Jumat mendatang, juga akan dipamerkan sejumlah kemampuan kepolisian dan teknologi kepolisian terbaru. Topik utamanya adalah memperkuat fungsi kepolisian, baik kemampuan personel maupun teknologi alutsistanya. ”Bahkan ada teknologi kepolisian yang para kapolres ini belum tahu. Saya mungkin juga ada yang belum tahu,” ujarnya.

Selain ke Akpol, hari ini dijadwalkan Jokowi akan blusukan ke Pasar Johar, Pelabuhan Tanjung Emas, dan kampung nelayan Tambak Lorok, Semarang Utara. (mg5/aro/ce1)