Kenaikan Biaya ATM Bersama Dianggap Wajar

389
LEBIH EFEKTIF: Meski terjadi kenaikan tarif biaya transaki ATM Bersama, nasabah tetap ramai memanfaatkan fasilitas Galeri E-Banking BRI di Mal Paragon, kemarin. (ajie mh/radar semarang)
 LEBIH EFEKTIF: Meski terjadi kenaikan  tarif biaya transaki ATM Bersama, nasabah tetap ramai memanfaatkan fasilitas Galeri E-Banking BRI di Mal Paragon, kemarin. (ajie mh/radar semarang)

LEBIH EFEKTIF: Meski terjadi kenaikan tarif biaya transaki ATM Bersama, nasabah tetap ramai memanfaatkan fasilitas Galeri E-Banking BRI di Mal Paragon, kemarin. (ajie mh/radar semarang)

SEMARANG – Kenaikan tarif sebesar Rp 2.500 ternyata tak menyurutkan niat nasabah untuk bertansaksi lewat ATM Bersama. Masyarakat lebih mementingkan kepraktisan, meski harus menambah biaya transaksi.

Budi Wicaksono, salah satu nasabah Bank BNI mengaku memilih terpotong saldonya jika harus repot-repot mencari mesin ATM. “Tidak jadi soal jika harus membayar over charge sebesar Rp 7.500. Daripada kerepotan mencari mesin ATM, apalagi harus punya rekening di semua bank. Kenaikan ini masih di batas kewajaran,” paparnya.

Sementaa itu, Kepala Kanwil BRI Semarang Achmad Chaerul Gani mengatakan jika kemudahan bertransaksi lebih dominan sebagai pertimbangan memanfaatkan Galeri E-Banking ketimbang biaya yang dikenakan pada transaksi nasabah. “Peluncuran Galeri E-Banking berbarengan dengan kenaikan tarif baru transaksi ATM Kerjasama, Prima dan Link, tapi ini tak menyurutkan nasabah dalam pemanfaatannya,” katanya.

Hingga November kemarin, lanjutnya, BRI Kanwil Semarang sudah melebarkan sayap mencapai 712 unit kerja dan 6.223 unit jaringan e-channel meliputi ATM, EDC, CDM, Drive Thru, dan Brilink (Mini ATM). Seluruh fasilitas itu telah melayani lebih dari 3,8 juta nasabah dengan simpanan mencapai Rp 20,1 triliun serta 763 ribu lebih debitur dengan outstanding sebesar Rp 20,5 triliun (September 2014). “Kami tidak menyurutkan penambahan ATM baik tunai maupun CDM, karena kebutuhan nasabah selalu tinggi dalam layanan cashless money, mereka tak perlu bawa uang banyak di area perbelanjaan. Cukup mendatangai Galeri E-Banking kebutuhan uang tunai bisa terpenuhi dengan cepat,” tambahnya.

Ke depan, Gani ingin ada pelayanan E-banking bisa melayani sekitar 200 transaksi tiap ATM nya. “Total di sini (Mal Paragon, Red) ada enam ATM jadi kita mampu memberikan layanan sekitar 1200 transaksi setiap harinya,” tegasnya.

Selain itu, BRI juga mematok target pembangunan Galeri E-Banking ditiap mal yang ada di Semarang. Ada juga keinginan mendirikan layanan Hybrid Lounge BRI sebagai layanan non stop dengan teknologi tinggi sehingga BRI dapat terus melayani, menjangkau, serta memenuhi kebutuhan setiap lapisan masyarakat. “Di DIY dan Solo sudah tersedia Hybrid Lounge BRI. Sementara Semarang segera menyusul,” pungkasnya. (mg16/smu)