Pemkot Ancam Cabut Izin Dagang

319
RESMIKAN: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersaama Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi, Kepala Dinas Pasar Trijoto, dan pihak kepolisian serta TNI saat meresmikan shelter PKL Batan Miroto, kemarin. (FOTO : M. HARIYANTO/RADAR SEMARANG)
RESMIKAN: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersaama Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi, Kepala Dinas Pasar Trijoto, dan pihak kepolisian serta TNI saat meresmikan shelter PKL Batan Miroto, kemarin. (FOTO : M. HARIYANTO/RADAR SEMARANG)
RESMIKAN: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersaama Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi, Kepala Dinas Pasar Trijoto, dan pihak kepolisian serta TNI saat meresmikan shelter PKL Batan Miroto, kemarin. (FOTO : M. HARIYANTO/RADAR SEMARANG)

PEKUNDEN – Pemerintah Kota Semarang berjanji akan menindak tegas kepada pedagang kaki lima (PKL) Batan Selatan yang tidak menjaga kebersihan pada lingkungan. Bahkan pemerintah tidak segan-segan mencabut izin jualan.

PKL Batan Selatan yang kini sudah ditempati para pedagang telah diresmikan oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Senin, (1/12) kemarin. Tercatat jumlah shelter yang tersedia mencapai 33 lapak dengan kapasitas ditempati sebanyak 75 pedagang yang masuk secara gratis.

Kepala Dinas Pasar Kota Semarang, Trijoto Sardjoko mengatakan para pedagang yang menempati di PKL Batan Selatan bebas biaya alias gratis. Namun demikian pihaknya mengancam kepada para pedagang yang tidak bisa menjaga lingkungan kebersihan. ”Bagi para pedagang yang dengan sengaja membuang sampah pada sungai dibelakang PKL akan ditindak tegas. Kita berikan surat peringatan 3 kali bagi yang ketahuan membuang sampah di sungai dan akan mencabut izinnya untuk tidak lagi melakukan jualan ditempat PKL Batan Selatan,” tegasnya.

Sementara, Ketua Paguyuban Pedagang Batan Selatan (Padat Basela) Widiyanto mengakui sebanyak 75 pedagang yang telah menempati di PKL Batan Selatan rencananya akan dibagai dalam dua sif pagi dan sore. Sehinga bisa menambah aktivitas para pedagang yang ada.

”Sif pagi mulai jam 07.00-16.00. Sedangkan sif sore jam 16.00-22.00 malam. Sehingga pedagang yang berjualan bisa mencapai 144 pedagang. Diharapkan para pedagang juga jangan buang sampah sembarang, karena dinas telah menyediakan 35 tempat sampah,” terangnya. (mg9/zal/ce1)